BUDAYA PERBATASANPARIWISATAPOTRET PERBATASAN

Masjid Penyengat Tanjungpinang Diserbu Jemaah Ingin Sholat Bersejarah

×

Masjid Penyengat Tanjungpinang Diserbu Jemaah Ingin Sholat Bersejarah

Sebarkan artikel ini
Masjid Raya Sultan Riau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Sabtu (21/3/2026).

“Lonjakan jemaah terjadi di Masjid Raya Sultan Riau Penyengat saat Idul Fitri 1447 H, didorong keinginan masyarakat merasakan ibadah di masjid bersejarah.”

Jemaah Masjid Raya Sultan Riau Penyengat, Siti, mengatakan dirinya sangat antusias bisa melaksanakan salat di masjid bersejarah yang selama ini hanya ia dengar dari cerita.

TANJUNGPINANG – Masjid Raya Sultan Riau Penyengat di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, menjadi pusat perhatian masyarakat pada Sabtu (21/3/2026). Sejak pagi hingga siang hari, kawasan masjid dipadati jemaah yang ingin melaksanakan ibadah sekaligus merasakan suasana religius di salah satu ikon sejarah Islam di Kepulauan Riau.

Pantauan di lokasi menunjukkan arus pengunjung terus berdatangan, baik dari dalam kota maupun luar daerah. Selain untuk beribadah, banyak jemaah datang karena penasaran dengan keunikan arsitektur dan nilai sejarah masjid tersebut.

Siti, salah satu jemaah, mengaku telah lama ingin merasakan salat di Masjid Penyengat.

“Saya sangat ingin salat di Masjid Penyengat karena sudah lama mendengar tentang keindahan dan sejarahnya. Saya merasa sangat beruntung bisa salat di sini, semoga Allah menerima ibadah kita,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Fajar, yang datang bersama keluarganya. Ia menilai Masjid Penyengat memiliki nilai sejarah tinggi yang membuat pengalaman ibadah terasa berbeda.

“Masjid Penyengat adalah salah satu masjid bersejarah di Indonesia, jadi saya ingin merasakan langsung keindahan dan kesyahduan salat di sini. Kami ingin menghabiskan waktu bersama keluarga dan merayakan Idulfitri di sini,” katanya.

Hana, yang datang bersama anak-anaknya, juga merasakan suasana berbeda saat beribadah di masjid tersebut.

“Alhamdulillah, saya bisa salat di Masjid Penyengat. Rasanya sangat berbeda dibandingkan salat di masjid lain,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pemuda Natuna Angkat Bicara Soal Pencurian Ikan dan Klaim Batas Wilayah  

Sementara itu, Gandi menyebut suasana masjid yang tenang dan indah membuatnya ingin kembali lagi di lain waktu.

“Masjid Penyengat sangat indah dan tenang. Saya ingin datang lagi ke sini. Saya merasa sangat bersyukur bisa salat di sini,” ujarnya.

Kepadatan jemaah ini menunjukkan bahwa Masjid Raya Sultan Riau Penyengat tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga destinasi religi dan sejarah yang diminati masyarakat, khususnya pada momentum Hari Raya Idul Fitri. (KP).


Laporan: Novita


 

📊 Views: 10

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *