KABAR PERBATASANNATUNAPENDIDIKAN

Sri Ramadhani Harumkan SMAN 1 Bunguran Timur Lewat Komik Digital

×

Sri Ramadhani Harumkan SMAN 1 Bunguran Timur Lewat Komik Digital

Sebarkan artikel ini
Guru Mata Pelajaran Seni SMAN 1 Bunguran Timur, Fatmawati, S.Pd., berfoto bersama Sri Ramadhani usai berhasil meraih prestasi pada lomba komik digital Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Natuna 2026. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi sekolah dan dunia pendidikan di Natuna.

“Siswi SMAN 1 Bunguran Timur, Sri Ramadhani, berhasil mengharumkan nama sekolah setelah meraih juara dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Natuna melalui karya komik digital kreatifnya.”

Guru Mata Pelajaran Seni SMAN 1 Bunguran Timur, Fatmawati, mengungkapkan rasa bangga dan haru atas keberhasilan siswinya, Sri Ramadhani, meraih prestasi pada ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Natuna yang digelar pada 29 hingga 30 April 2026.

NATUNA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Kabupaten Natuna. Sri Ramadhani, siswi berbakat asal SMAN 1 Bunguran Timur, sukses meraih juara pada ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Natuna melalui cabang lomba komik digital.

Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi besar dari guru pendamping sekaligus Guru Mata Pelajaran Seni, Fatmawati, S.Pd. Ia mengaku perjalanan mendampingi Sri dalam proses perlombaan menjadi pengalaman emosional yang penuh perjuangan.

“Perasaan ibu tentu campur aduk antara bangga, haru, dan juga sedikit khawatir. Saya bangga karena Sri berani menunjukkan bakat dan kreativitasnya melalui lomba komik ini,” ungkap Fatmawati kepada koranperbatasan.com melalui WhatsApp, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, proses penyusunan cerita hingga menjadi sebuah komik utuh membutuhkan kerja keras dan konsistensi tinggi. Ia menyaksikan langsung bagaimana Sri berusaha menyelesaikan setiap panel cerita dengan penuh kesungguhan.

Meski demikian, terdapat sejumlah kendala selama proses pembimbingan. Salah satunya adalah pembagian waktu antara latihan dan aktivitas sekolah yang harus tetap dijalani Sri sebagai pelajar.

“Kendala yang dirasakan salah satunya mengatur waktu latihan dengan kegiatan sehari-hari anak, karena dia juga memiliki kewajiban lain seperti sekolah,” ujarnya.

Selain persoalan waktu, Fatmawati juga mengaku harus ekstra sabar dalam menjaga semangat dan rasa percaya diri anak didiknya tersebut. Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya pada teknik menggambar, tetapi juga menjaga mental agar tetap kuat saat menghadapi tekanan lomba.

Baca Juga:  Tim Pemprov Kepri Menuju Lokasi Longsor di Serasan Jam 01.00 Wib Dari Ranai

“Menjaga semangat dan konsistensi anak juga menjadi tantangan, terutama saat anak merasa lelah atau kurang percaya diri,” tuturnya.

Ia menambahkan, pengembangan ide cerita komik agar lebih kreatif dan menarik juga menjadi bagian penting dalam proses persiapan lomba. Termasuk membimbing teknik menggambar yang sesuai dengan tema dan penilaian perlombaan.

Fatmawati berharap keberhasilan ini menjadi langkah awal bagi Sri untuk terus mengembangkan bakatnya di bidang seni komik digital. Ia juga berharap pengalaman dari kompetisi tersebut mampu membentuk karakter yang kuat dan pantang menyerah.

“Harapan saya tentu agar Sri terus mengembangkan bakatnya dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan. Menang ataupun kalah, pengalaman ini sangat berharga,” katanya.

Di akhir wawancara, ia turut memberikan pesan motivasi kepada Sri agar tetap percaya diri dan terus mengasah kemampuan diri.

“Tetaplah percaya diri, terus berlatih, dan jangan takut mencoba hal-hal baru untuk meningkatkan kemampuan diri. Yang terpenting, selalu berikan yang terbaik dengan kerendahan hati,” pesannya. (KP).


Laporan: Dini


 

📊 Views: 12

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *