NATUNAPENDIDIKAN

SMAN 2 Bunguran Timur Gelar Ujian Semester Genap Digital, 15 Mata Pelajaran Diujikan

×

SMAN 2 Bunguran Timur Gelar Ujian Semester Genap Digital, 15 Mata Pelajaran Diujikan

Sebarkan artikel ini
Tampak depan SMAN 2 Bunguran Timur, Kabupaten Natuna. Sekolah melaksanakan ujian semester genap tahun ajaran 2025/2026 secara digital dengan mengujikan 15 mata pelajaran kepada siswa kelas X dan XI. Pelaksanaan ujian berjalan aman, tertib, dan lancar.

“Pelaksanaan ujian semester genap di SMAN 2 Bunguran Timur berlangsung tertib dan lancar dengan memanfaatkan sistem digital, meski pihak sekolah masih menghadapi tantangan koneksi internet dan pasokan listrik.”

 

Kepala SMAN 2 Bunguran Timur Arqam Alfarisy, S.Pd. menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian semester genap tahun ajaran 2025/2026 berjalan dengan aman, tertib, dan lancar setelah pihak sekolah melakukan berbagai persiapan sesuai standar operasional prosedur (SOP) satuan pendidikan.

NATUNA – Menurut Arqam, persiapan ujian semester genap untuk siswa kelas X dan XI tahun ini tidak jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Sebelum pelaksanaan ujian, pihak sekolah terlebih dahulu membentuk kepanitiaan khusus agar seluruh tahapan berjalan sesuai aturan.

Pembentukan panitia tersebut mengacu pada SOP satuan pendidikan serta merujuk pada Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau terkait pelaksanaan evaluasi pembelajaran.

“Untuk persiapan ujian semester genap kelas X dan kelas XI kurang lebih sama dengan tahun lalu. Sebelum pelaksanaan, kita membentuk kepanitiaan ujian sesuai SOP yang sudah ditetapkan oleh satuan pendidikan dan merujuk pada surat edaran Disdik Provinsi Kepri,” ujar Arqam kepada koranperbatasan.com saat diwawancarai melalui WhatsApp, Kamis (4/6/2026).

Dalam pelaksanaan ujian semester genap kali ini, sebanyak 15 mata pelajaran diujikan kepada para siswa. Sistem ujian dilakukan secara digital dengan memanfaatkan perangkat komputer, laptop, hingga telepon genggam milik peserta didik.

Arqam menjelaskan, penggunaan teknologi dalam pelaksanaan ujian menjadi bagian dari adaptasi sekolah terhadap perkembangan digital. Namun, sistem tersebut tetap memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait jaringan internet dan pasokan listrik.

“Pelaksanaan ujian kita menggunakan komputer, laptop, dan juga HP yang tentunya tidak terlepas dari sinyal internet di sekolah. Kendala utama bagi kita adalah ketika PLN mati, maka pelaksanaan ujian akan terganggu sebagaimana yang kita harapkan,” jelasnya.

Baca Juga:  Kerjasama PMI dan Dinkes PPKB Terkait Pengelolaan Dana Hibah Pelayanan Donor Darah

Meski terdapat potensi kendala teknis, pihak sekolah tetap berupaya memastikan seluruh proses ujian dapat berjalan maksimal dan tidak mengganggu konsentrasi siswa dalam menjawab soal.

Dalam kesempatan tersebut, Arqam juga memberikan pesan kepada seluruh peserta didik agar mengikuti ujian dengan penuh tanggung jawab dan menjunjung tinggi nilai kejujuran.

“Pesan saya kepada peserta didik, ikutilah ujian dengan baik, jujur, percaya diri, disiplin, dan bertanggung jawab. Semoga dapat menjawab semua soal materi yang diberikan oleh Bapak dan Ibu guru serta mendapatkan nilai yang baik tanpa kendala maupun hambatan,” pesannya.

Ia berharap pelaksanaan ujian semester genap ini tidak hanya menjadi penilaian akademik, tetapi juga mampu membentuk karakter siswa yang disiplin, mandiri, dan memiliki integritas.

Dengan pelaksanaan ujian berbasis digital tersebut, SMAN 2 Bunguran Timur berkomitmen terus meningkatkan kualitas pendidikan serta menciptakan sistem evaluasi pembelajaran yang efektif dan mengikuti perkembangan zaman. (KP).


Laporan: Dini


 

📊 Views: 4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *