NATUNAPENDIDIKAN

SMKN 1 Bunguran Timur Natuna Terapkan Ujian Digital Berstandar Nasional

×

SMKN 1 Bunguran Timur Natuna Terapkan Ujian Digital Berstandar Nasional

Sebarkan artikel ini
Kepala SMKN 1 Bunguran Timur Natuna, Subbihi, M.Pd., memantau kegiatan siswa mulai dari persiapan hingga pelaksanaan ujian semester genap berbasis digital yang berjalan sesuai standar penilaian pendidikan nasional.

“SMKN 1 Bunguran Timur Kabupaten Natuna melaksanakan ujian semester genap tahun ajaran 2025/2026 berbasis digital dengan persiapan matang, mengacu pada regulasi standar penilaian pendidikan nasional.”

Kepala SMKN 1 Bunguran Timur Natuna, Subbihi, M.Pd., menyampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan ujian semester genap tidak hanya ditentukan saat siswa menjawab soal, namun dimulai dari proses persiapan yang dilakukan sekolah secara terencana dan menyeluruh.

NATUNA – Kesuksesan pelaksanaan ujian tidak datang secara instan. Hal tersebut dibuktikan SMKN 1 Bunguran Timur melalui berbagai tahapan persiapan sebelum pelaksanaan ujian semester genap tahun ajaran 2025/2026.

Persiapan tersebut dimulai dari pembentukan panitia ujian, sosialisasi, penyusunan rangkuman materi, pembuatan kisi-kisi, pemberian latihan soal, hingga membangun kesiapan mental peserta didik agar lebih percaya diri menghadapi ujian.

Kepala SMKN 1 Bunguran Timur, Subbihi, M.Pd., mengatakan, ujian bukan hanya tentang kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan, tetapi juga bagaimana peserta didik mampu mengatur waktu, memahami materi, dan mengendalikan kecemasan.

“Kami memberikan rangkuman materi dan kisi-kisi yang jelas agar siswa mengetahui batasan materi yang diujikan. Selain itu, sekolah juga melaksanakan simulasi ujian dengan format dan batasan waktu yang mirip dengan ujian sebenarnya,” ujar Subbihi saat diwawancarai melalui WhatsApp, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, simulasi tersebut menjadi salah satu strategi sekolah untuk membantu siswa lebih siap menghadapi ujian.

“Ini membantu siswa melatih manajemen waktu, mengingat materi lebih baik, membangun rasa percaya diri, serta mengurangi kecemasan mereka. Guru juga memberikan pesan motivasi agar siswa yakin mampu melewati ujian dengan baik,” tambahnya.

Subbihi menjelaskan, mekanisme pelaksanaan ujian di SMKN 1 Bunguran Timur mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan.

Baca Juga:  MBG Natuna Berdampak Positif Bagi Siswa SMKN 1 Bunguran Timur

Selain itu, sekolah juga berpedoman pada Kalender Pendidikan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Tahun Ajaran 2025/2026 serta Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Nomor: B/400.3/935/DISDIK/2026 tanggal 20 Mei 2026 tentang Jadwal Penilaian Akhir/Hasil Belajar/Sumatif Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026.

Dari sisi teknis, pelaksanaan ujian dilakukan berbasis digital menggunakan aplikasi Google Forms. Peserta ujian mengakses soal melalui perangkat tablet maupun handphone di ruang ujian.

Pelaksanaan tersebut dipandu oleh pengawas ruang yang telah ditetapkan dalam tata tertib ujian oleh panitia dan diperkuat melalui Surat Keputusan (SK) sekolah.

“Alhamdulillah ujian berjalan lancar sesuai rencana. Semua tahapan mengacu pada regulasi yang berlaku, mulai dari perumusan tujuan penilaian, pengembangan instrumen, pelaksanaan, pengolahan hasil, hingga pelaporan hasil penilaian,” jelasnya.

Pada semester genap tahun pelajaran 2025/2026 ini, jumlah peserta ujian di SMKN 1 Bunguran Timur sebanyak 74 siswa dari berbagai kompetensi keahlian.

Ketika ditanya mengenai perbedaan ujian tahun sebelumnya dengan tahun ini, Subbihi menegaskan bahwa tidak ada perubahan mendasar. Sebab, sekolah tetap konsisten menjalankan sistem ujian sesuai standar nasional.

“Menurut saya tidak ada perbedaan karena kami berkomitmen melaksanakan ujian sesuai standar nasional. Baik mengacu pada Permendikbudristek Nomor 21 Tahun 2022, edaran Dinas Pendidikan, maupun kurikulum sekolah yang sudah dibakukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kepri,” tegasnya.

Adapun mata pelajaran yang diujikan untuk kompetensi keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI), yakni kelas X sebanyak 13 mata pelajaran dan kelas XI sebanyak 11 mata pelajaran.

Sementara untuk kompetensi keahlian Teknika Kapal Penangkap Ikan (TKPI), Agribisnis Perikanan Payau dan Laut (APPL), serta Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi), kelas X mengikuti 11 mata pelajaran dan kelas XI sebanyak 10 mata pelajaran.

Baca Juga:  SMKN 1 Bunguran Timur Gencarkan Program Kelas Industri

Subbihi berharap pelaksanaan ujian semester genap ini mampu memberikan hasil terbaik dan menjadi gambaran capaian perkembangan belajar peserta didik.

“Harapan saya, semoga ujian ini sukses dalam persiapan, sukses dalam pelaksanaan, dan sukses pada hasilnya. Karena penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui kebutuhan belajar serta capaian perkembangan hasil belajar peserta didik,” ucapnya.

Ia menambahkan, peserta didik merupakan bagian dari masyarakat yang terus berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran sesuai jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.

“Khususnya di SMKN 1 Bunguran Timur, kami berharap siswa terus berkembang dan mampu meningkatkan potensi diri untuk masa depan,” pungkasnya. (KP).


Laporan: Dini


 

📊 Views: 21

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *