“Mengandalkan resep autentik khas Jawa yang konsisten dijaga selama hampir delapan tahun, Rumah Makan (RM) Mbak Yu di Kota Ranai tetap menjadi salah satu destinasi kuliner favorit masyarakat Natuna dengan menu andalan ayam kremes.”
Pemilik Rumah Makan (RM) Mbak Yu, Karni, terus mempertahankan cita rasa khas Jawa yang menjadi identitas usahanya sejak pertama kali berdiri hampir delapan tahun lalu. Berawal dari tekad membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dan membiayai pendidikan anak-anaknya, usaha kuliner tersebut kini berkembang menjadi salah satu rumah makan yang dikenal masyarakat di Kota Ranai, Kabupaten Natuna.
NATUNA – Karni mengaku tidak pernah menyangka usaha sederhana yang dirintisnya mampu bertahan hingga sekarang. Baginya, membuka rumah makan bukan sekadar mencari penghasilan, tetapi juga menjadi jalan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Awalnya saya membuka warung ini memang karena kebutuhan ekonomi keluarga. Yang saya pikirkan waktu itu bagaimana caranya supaya anak-anak tetap bisa sekolah. Alhamdulillah sampai sekarang usaha ini masih berjalan,” ujar Karni kepada koranperbatasan.com saat ditemui di rumah makannya, Senin (7/7/2026).
Karni merupakan warga keturunan Jawa yang telah lama menetap di Natuna. Resep-resep masakan yang disajikan di RM Mbak Yu merupakan cita rasa rumahan khas Jawa yang terus dipertahankan agar pelanggan mendapatkan pengalaman makan yang autentik.
Di antara berbagai menu yang tersedia, ayam kremes menjadi hidangan paling diminati pelanggan. Selain ayam kremes, rumah makan tersebut juga menyediakan ayam bakar, lele goreng, dan aneka menu rumahan lainnya.
Menurut Karni, tingginya harga ayam potong dalam beberapa waktu terakhir membuat harga menu ayam kremes ikut disesuaikan.
“Dulu harganya Rp20 ribu, sekarang menjadi Rp22 ribu karena harga ayam memang naik,” katanya.
Untuk memperluas pelayanan, RM Mbak Yu kini memiliki dua lokasi usaha di Kota Ranai. Warung pusat berada di Jalan Datuk Kaya Wan Moh. Benteng Nomor 74, Ranai Kota, dengan menu utama ayam kremes, ayam bakar, dan lele goreng.
Sementara cabang kedua yang berlokasi di Jalan Hang Tuah Nomor 6 menawarkan pilihan menu yang lebih lengkap, seperti aneka sop, sayur, dan paket makan karena didukung oleh juru masak khusus.
“Kalau di cabang Hang Tuah menunya lebih lengkap. Ada sop, sayur, dan paket makan lengkap. Harganya sekitar Rp23 ribu per porsi,” jelasnya.
Meski tetap memiliki pelanggan setia, Karni mengakui kondisi ekonomi saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha kuliner. Menurunnya daya beli masyarakat membuat sebagian pelanggan lebih memilih memasak sendiri di rumah dibandingkan membeli makanan di luar.
“Sekarang tantangannya memang ekonomi. Orang lebih memilih belanja ke pasar lalu memasak sendiri. Kalau dulu lebih sering makan di luar,” ungkapnya.
Meski demikian, ia bersyukur rumah makannya masih mampu bertahan berkat kepercayaan pelanggan yang terus datang menikmati masakan khas Jawa.
Ke depan, Karni berharap RM Mbak Yu semakin berkembang dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi keluarganya.
“Harapan saya tentu warung ini semakin ramai dan membawa berkah. Yang paling penting saya ingin terus membantu anak-anak sampai mereka sukses. Ke depan saya juga ingin menambah menu paket sayuran lengkap di warung pusat agar pilihan makanan semakin banyak,” pungkasnya.
Laporan: Dini










