“Berawal dari lapak sederhana menggunakan meja lipat, Raja Pisang milik Hesti Septia Putri kini berkembang menjadi salah satu usaha kuliner favorit masyarakat Ranai berkat inovasi menu, harga terjangkau, dan kegigihan dalam membangun usaha.”
NATUNA — Pemilik Raja Pisang, Hesti Septia Putri, membuktikan bahwa usaha besar dapat berawal dari langkah sederhana. Berbekal meja lipat di pinggir jalan serta semangat pantang menyerah, ia berhasil mengembangkan usaha olahan pisang kekinian hingga menjadi salah satu jajanan favorit masyarakat di Kota Ranai.
Hesti mengisahkan, usaha tersebut mulai fokus dijalankan sejak Januari 2026. Sebelum memiliki outlet seperti sekarang, ia lebih dahulu menjalankan usaha secara daring dari sebuah ruko kecil di kawasan Air Kolek. Karena penjualan online tidak selalu stabil, ia memberanikan diri membuka lapak sederhana menggunakan meja lipat di depan ruko.
“Awalnya memang tidak ada niat untuk berjualan seperti sekarang. Kami hanya jualan online di dekat Air Kolek. Karena pembelinya kadang ada, kadang tidak, akhirnya saya mencoba buka lapak di depan menggunakan meja. Alhamdulillah ternyata ramai juga peminatnya,” ujar Hesti kepada koranperbatasan.com, Selasa (7/7/2026).
Saat itu, Hesti masih bekerja di kawasan Mitra Mart sehingga harus membagi waktu antara bekerja dan berjualan. Melihat antusiasme pembeli yang terus meningkat, ia kemudian meminta bantuan abang kandungnya membuat sebuah outlet kayu agar aktivitas berdagang menjadi lebih praktis.
“Setiap hari harus bongkar pasang meja. Lama-lama capek juga, akhirnya abang saya membantu membuatkan outlet. Sekitar empat hari selesai dan sejak itu kami mulai berjualan menggunakan outlet,” katanya.
Perjalanan usahanya pun tidak selalu berjalan mulus. Outlet pertama di kawasan Air Kolek dinilai kurang strategis karena lalu lintas kendaraan relatif sepi. Sebagian besar pelanggan mengenal Raja Pisang melalui media sosial.
Demi mendapatkan pasar yang lebih luas, Hesti kemudian memindahkan usahanya ke Jalan Sudirman, tepatnya di dekat RFC. Setelah bertahan sekitar tiga bulan, biaya sewa yang meningkat membuatnya kembali mencari lokasi baru. Ia sempat berjualan di depan pusat kebugaran di kawasan Sihiotang sebelum akhirnya menetap di lokasi saat ini yang dinilai lebih strategis.
Mengusung konsep camilan modern berbahan dasar pisang, Raja Pisang menghadirkan berbagai pilihan menu, mulai dari pisang kembung, banana roll berbalut kulit lumpia, hingga pisang cokelat lumer.
Setiap menu dapat dipadukan dengan berbagai pilihan glaze seperti cokelat, cappuccino, stroberi, taro, dan tiramisu. Selain itu, pelanggan juga dapat memilih topping sesuai selera.
“Varian yang paling banyak dicari pelanggan adalah cokelat keju, kemudian tiramisu Oreo. Dua menu itu hampir selalu menjadi yang paling cepat habis,” ungkapnya.
Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau. Porsi reguler dijual mulai Rp7.000, porsi jumbo Rp14.000, dan super jumbo Rp18.000. Seluruh paket sudah termasuk satu pilihan glaze dan satu topping.
Selain camilan, Raja Pisang juga menyediakan berbagai minuman seperti teh es seharga Rp3.000, serta teh tarik, cappuccino, dan kopi dengan harga Rp5.000 per gelas.
Dalam menjalankan usahanya, Hesti mengaku masih menghadapi kendala, terutama ketersediaan bahan baku glaze cokelat yang sering kosong di pasaran lokal. Untuk mengatasinya, ia lebih memilih memesan bahan baku melalui platform belanja daring.
“Kalau beli lewat Shopee jauh lebih murah. Misalnya glaze lima kilogram di sini bisa sampai Rp350 ribu, sedangkan kalau pesan online sekitar Rp200 ribu,” jelasnya.
Menurut Hesti, nama Raja Pisang dipilih bukan karena dirinya ingin disebut sebagai “raja”, melainkan untuk menggambarkan bahwa tempat tersebut menyediakan berbagai olahan pisang dalam satu lokasi.
“Banyak yang bertanya kenapa namanya Raja Pisang padahal yang jual perempuan. Maksudnya bukan itu, tetapi karena di sini pusatnya aneka olahan pisang,” ujarnya sambil tersenyum.
Hesti berharap Raja Pisang semakin dikenal masyarakat Natuna dan terus berkembang sebagai salah satu usaha kuliner lokal yang mampu bersaing.
“Semoga semakin banyak masyarakat yang mengenal Raja Pisang. Harganya terjangkau, porsinya banyak, dan mudah-mudahan usaha ini bisa terus berkembang,” pungkasnya.
Laporan: Dini










