NATUNAPENDIDIKAN

MTsN 2 Natuna Sukses Gelar Matamuda, Bekali Siswa Baru dengan Kreativitas dan Karakter

×

MTsN 2 Natuna Sukses Gelar Matamuda, Bekali Siswa Baru dengan Kreativitas dan Karakter

Sebarkan artikel ini
Wakil Kepala Bidang Kurikulum MTsN 2 Natuna, Munawer Johan, S.Pd., menjelaskan pelaksanaan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (Matamuda) Tahun Ajaran 2026/2027 yang diikuti 102 siswa baru. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memperkenalkan lingkungan madrasah, tetapi juga membekali peserta didik dengan pendidikan karakter, kreativitas, serta keterampilan praktis sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Foto: Koran Perbatasan.

“MTsN 2 Natuna sukses melaksanakan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Matamuda) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan mengedepankan pembentukan karakter, kreativitas, dan keterampilan praktis sebagai bekal siswa menghadapi tantangan masa depan.”

Wakil Kepala Bidang Kurikulum MTsN 2 Natuna, Munawer Johan, S.Pd., mengatakan pelaksanaan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Matamuda) Tahun Ajaran 2026/2027 berlangsung aman dan lancar. Kegiatan yang diikuti sebanyak 102 siswa baru itu dilaksanakan selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Juli 2026, sebagai proses pengenalan lingkungan madrasah sekaligus pembentukan karakter dan kreativitas peserta didik sejak hari pertama masuk sekolah.

NATUNA – MTsN 2 Natuna kembali menyelenggarakan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Matamuda) sebagai agenda wajib penyambutan peserta didik baru. Berbeda dengan sekolah umum yang menggunakan istilah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), madrasah menggunakan istilah Matamuda atau Masa Ta’aruf Murid Madrasah.

Sebanyak 102 siswa baru mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung selama tiga hari. Selama pelaksanaan, para peserta mendapatkan berbagai materi yang dirancang untuk membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan madrasah sekaligus memahami budaya belajar yang akan dijalani.

“Selama kegiatan berlangsung kondisinya berjalan dengan aman, lancar aja,” ujar Munawer Johan kepada koranperbatasan.com melalui wawancara WhatsApp, Jumat (24/7/2026).

Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan upacara pembukaan, dilanjutkan pengenalan profil madrasah serta penyampaian tata tertib sekolah oleh Wakil Kepala Bidang Kesiswaan. Setelah waktu istirahat, siswa memperoleh materi mengenai sistem dan proses pembelajaran yang disampaikan oleh Wakil Kepala Bidang Kurikulum.

Memasuki hari kedua, peserta mendapatkan materi yang berfokus pada pembentukan karakter melalui pembelajaran akhlakul karimah, moderasi beragama, serta kegiatan literasi membaca di perpustakaan madrasah.

Sementara pada hari terakhir, siswa baru diperkenalkan dengan organisasi siswa intra sekolah (OSIS), mengenal berbagai fasilitas dan lingkungan madrasah, seperti ruang kepala madrasah, perpustakaan, hingga sarana pendukung lainnya. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan permainan edukatif (games), pentas seni, dan penutupan resmi.

Baca Juga:  Polsek Bunguran Timur dan Poktan Desa Sebadai Hulu Gelar Penanaman Jagung Pipil Seluas 1 Hektar

Munawer menjelaskan seluruh persiapan kegiatan dilakukan secara matang dengan melibatkan pengurus inti OSIS sebagai panitia pelaksana tanpa melibatkan alumni.

Selain itu, madrasah juga menerapkan penggunaan atribut yang sederhana, aman, dan ramah lingkungan. Siswa hanya diwajibkan mengenakan topi serta papan nama (name tag) yang dibuat dari kardus bekas.

“Untuk atribut siswa, mereka memakai topi dan nametag yang terbuat dari kardus biar lebih aman dan nyaman dipakai,” jelasnya.

Menurut Munawer, fokus utama Matamuda tahun ini tidak lagi pada aspek kedisiplinan semata karena hal tersebut dinilai sudah berjalan dengan baik. Madrasah kini lebih menitikberatkan pada pengembangan kreativitas dan keterampilan siswa.

Melalui kegiatan kokurikuler, para siswa diperkenalkan berbagai program yang mendorong kepedulian terhadap lingkungan, salah satunya mengolah limbah organik berupa sisa sayuran dan buah-buahan menjadi pupuk organik serta sabun cair yang memiliki nilai manfaat.

“Kami mengharapkan siswa memiliki bekal keterampilan praktis untuk diri mereka sendiri. Di tengah tantangan zaman saat ini, pendidikan tinggi saja tidak cukup jika tidak dibekali dengan keahlian dan kreativitas nyata yang bisa diciptakan oleh siswa,” tuturnya.

Ia berharap pembiasaan sejak awal tersebut mampu membentuk lulusan madrasah yang memiliki daya saing tinggi, baik dalam bidang akademik, akhlak, maupun keterampilan.

Menurutnya, lulusan madrasah harus mampu menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan yang setara dengan lulusan sekolah umum.

“Mereka setara, mereka juga punya keahlian, kreativitas, dan juga prestasi,” pungkas Munawer. (KP).


Laporan: Dini


 

📊 Views: 50

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *