NATUNAPENDIDIKAN

SMPN 2 Bunguran Timur Tutup MPLS dengan Pentas Seni dan Fokus Geopark

×

SMPN 2 Bunguran Timur Tutup MPLS dengan Pentas Seni dan Fokus Geopark

Sebarkan artikel ini
Kepala SMP Negeri 2 Bunguran Timur, Lukman Hakim, S.Pd., menjelaskan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 yang ditutup dengan pentas seni sebagai wadah pengembangan bakat dan minat siswa baru. Ia juga menegaskan komitmen sekolah dalam mengembangkan program Geopark Go To School, meningkatkan prestasi akademik dan nonakademik, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas perundungan. Foto: Koran Perbatasan.

“SMP Negeri 2 Bunguran Timur menutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan pentas seni sekaligus memperkuat komitmen mengembangkan sekolah berbasis Geopark serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas perundungan.”

Kepala SMP Negeri 2 Bunguran Timur, Lukman Hakim, S.Pd., mengatakan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan agenda yang telah disusun panitia. Kegiatan selama lima hari tersebut ditutup dengan pentas seni sebagai wadah pengembangan bakat dan minat peserta didik baru.

NATUNA – SMP Negeri 2 Bunguran Timur resmi menutup rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung selama lima hari. Selain memperkenalkan lingkungan sekolah dan tata tertib, kegiatan penutup diisi dengan pentas seni yang menampilkan berbagai kreativitas siswa baru.

Kepala SMP Negeri 2 Bunguran Timur, Lukman Hakim, S.Pd., menjelaskan empat hari pertama MPLS difokuskan pada pengenalan lingkungan sekolah, sedangkan hari terakhir diisi dengan kegiatan yang memberi ruang bagi siswa untuk menampilkan bakat dan minat mereka.

“Empat hari pertama kita fokuskan pada materi pengenalan sekolah. Kemudian di hari Jumat, kegiatan kita tutup dengan acara penampungan bakat dan minat murid, seperti penampilan bernyanyi, puisi, vokal grup, hingga seni tari dari siswa kelas VII baru. Semua berjalan aman dan dinamis sesuai rundown yang dipersiapkan panitia,” ujarnya kepada koranperbatasan.com, Jumat (24/7/2026).

Menurut Lukman, seluruh rangkaian kegiatan dipersiapkan secara matang melalui kepanitiaan yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala Sekolah. Panitia bertanggung jawab menyusun seluruh agenda sehingga pelaksanaan MPLS berlangsung tertib dan sesuai jadwal.

Pada Tahun Ajaran 2026/2027, SMP Negeri 2 Bunguran Timur menerima sebanyak 66 peserta didik baru yang terbagi dalam tiga rombongan belajar (rombel).

Baca Juga:  Desa Selading Optimalkan Dana Desa untuk Pemberdayaan dan Infrastruktur

Lukman menjelaskan jumlah peserta didik baru tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut merupakan dampak penyesuaian zonasi setelah beroperasinya SMP Negeri 4 Bunguran Timur.

“Lulusan dari SDN 007 Ranai Darat yang sebelumnya masuk dalam zonasi SMP Negeri 2 Bunguran Timur, kini dialihkan ke SMP Negeri 4 Bunguran Timur. Penyesuaian ini merupakan bagian dari pemerataan akses pendidikan,” jelasnya.

Menghadapi tahun ajaran baru, SMP Negeri 2 Bunguran Timur juga terus mempersiapkan diri menjadi sekolah percontohan dalam program Geopark Go To School yang dicanangkan Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna.

Sebagai bentuk kesiapan, sekolah mulai mengintegrasikan materi Geopark Natuna ke dalam berbagai mata pelajaran sambil menunggu penetapan resmi Geopark sebagai muatan lokal oleh Dinas Pendidikan.

“Sekolah kita dijadikan sebagai Geopark Go To School. Karena itu kami mulai mengintegrasikan materi Geopark dalam setiap mata pelajaran agar siswa semakin mengenal kekayaan geologi dan lingkungan di Natuna,” kata Lukman.

Selain penguatan program Geopark, sekolah juga menargetkan peningkatan prestasi melalui pembinaan kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Menurutnya, capaian dua siswa SMP Negeri 2 Bunguran Timur yang berhasil lolos hingga tingkat Provinsi Kepulauan Riau pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) menjadi motivasi untuk meningkatkan pembinaan prestasi.

“Alhamdulillah, tahun ini dua siswa kami berhasil maju ke tingkat provinsi pada ajang OSN. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk meningkatkan pembinaan melalui guru-guru pembina, baik pada kegiatan akademik maupun nonakademik,” ujarnya.

Dalam amanat upacara perdana awal tahun ajaran, Lukman juga mengajak seluruh siswa untuk meluruskan niat belajar sejak hari pertama masuk sekolah. Ia menegaskan bahwa tata tertib sekolah harus dipahami bersama oleh siswa dan orang tua sebagai bagian dari pembentukan karakter.

Baca Juga:  Bupati Abdul Haris Hadiri Halal Bi Halal Masyarakat Anambas, Wabup Rodhial: Natuna dan Anambas Bakal Jadi Provinsi Baru

Menurutnya, sekolah juga berkomitmen memperketat pengawasan terhadap pelanggaran tata tertib dan mencegah praktik perundungan (bullying) melalui keterlibatan aktif seluruh guru.

“Zaman sekarang, penanganan kenakalan remaja, khususnya perundungan dan pelanggaran tata tertib, harus kita perketat. Seluruh guru kami libatkan agar lingkungan sekolah tetap aman, nyaman, dan prestasi siswa semakin meningkat,” pungkasnya. (KP).


Laporan: Dini


 

📊 Views: 27

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *