“Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Natuna menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dikemas secara menyenangkan melalui metode bermain sambil belajar dan pendampingan individual bagi peserta didik berkebutuhan khusus.”
Kepala Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Natuna, Raja Ipulidarni, S.Pd., mengatakan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 berlangsung aman, nyaman, dan menyenangkan. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang sesuai karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus dengan mengedepankan pendekatan bermain sambil belajar serta pendampingan secara individual.
NATUNA – Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Natuna sukses melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama empat hari bagi peserta didik baru jenjang SD, SMP, dan SMA. Kegiatan berlangsung dengan suasana yang menyenangkan tanpa memberikan tekanan kepada siswa.
Kepala SLBN Natuna, Raja Ipulidarni, menjelaskan seluruh kegiatan MPLS dirancang berbeda dengan sekolah reguler. Di SLBN, siswa diajak mengenal lingkungan sekolah melalui berbagai aktivitas bermain sambil belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta didik.
“Semua persiapan sudah disiapkan panitia dan guru-guru. Mereka terlibat penuh sehingga anak-anak merasa senang mengikuti seluruh kegiatan. Di SLB ini tidak ada pembelajaran materi seperti sekolah reguler, tetapi bermain sambil belajar,” ujarnya kepada koranperbatasan.com, Selasa (28/7/2026).
Menurut Raja, selama MPLS siswa lama tetap mengikuti kegiatan belajar di kelas masing-masing, sedangkan siswa baru mengikuti seluruh rangkaian pengenalan lingkungan sekolah yang telah disiapkan panitia.
Ia mengatakan proses pengenalan lingkungan dilakukan secara bertahap dengan membagi jadwal pendampingan guru setiap hari. Dalam satu hari, sebanyak tiga hingga empat guru ditugaskan mendampingi siswa baru mengenal lingkungan sekolah.
“Guru-guru dibagi sesuai jadwal. Ada yang bertugas mengajak anak-anak berkeliling sekolah agar mereka mengenal lingkungan dan merasa nyaman berada di sekolah,” jelasnya.
Selain diajak berkeliling sekolah, para siswa juga dikenalkan dengan lingkungan belajar melalui media digital menggunakan smart TV yang tersedia di aula sekolah.
“Anak-anak juga belajar sambil bermain di aula menggunakan smart TV sehingga suasana belajar menjadi lebih menarik dan menyenangkan,” katanya.
Pada Tahun Ajaran 2026/2027, SLBN Natuna menerima sembilan peserta didik tingkat Sekolah Dasar. Dari jumlah tersebut, delapan merupakan siswa baru kelas I SD, sedangkan satu siswa lainnya merupakan peserta didik pindahan kelas III SD.
Sementara itu, untuk jenjang SMP dan SMA, peserta MPLS merupakan siswa internal yang naik ke jenjang pendidikan berikutnya.
“Mereka memang bukan siswa baru di sekolah ini, tetapi tetap mengikuti MPLS karena memasuki jenjang pendidikan yang baru sehingga perlu beradaptasi kembali,” ujar Raja.
Menghadapi peserta didik yang mengalami hambatan intelektual atau keterlambatan perkembangan kognitif, SLBN Natuna menerapkan sistem pendampingan individual berdasarkan hasil asesmen awal.
Menurut Raja, setiap peserta didik yang memerlukan perhatian khusus akan didampingi secara intensif oleh seorang guru agar proses adaptasi berlangsung lebih optimal.
“Semua dituntun satu per satu sesuai hasil asesmen. Kalau memang membutuhkan perhatian lebih, satu guru fokus mendampingi satu anak. Memang perlu kesabaran yang luar biasa,” ungkapnya.
Usai pelaksanaan MPLS, seluruh peserta didik kini telah memasuki proses kegiatan belajar mengajar (KBM) secara normal.
Di akhir wawancara, Raja menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua dalam membentuk kemandirian anak berkebutuhan khusus.
Menurutnya, kebiasaan yang telah diajarkan guru di sekolah harus dilanjutkan oleh orang tua di rumah agar perkembangan anak berjalan secara konsisten.
“Apa yang diajarkan di sekolah, harapan saya orang tua juga menerapkannya di rumah. Misalnya, kalau di sekolah anak dilatih makan sendiri, di rumah jangan sedikit-sedikit disuapi. Memang perlu kesabaran, tetapi itu penting agar anak tidak bingung dan semakin mandiri,” pungkasnya. (KP).
Laporan: Dini










