“STAI Natuna resmi beralih status menjadi Institut Agama Islam (IAI) Natuna. Perubahan tersebut diikuti penambahan program studi baru dan rencana pembukaan Program Magister Studi Islam sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi di Natuna.”
Rektor Institut Agama Islam (IAI) Natuna, Dr. H. Umar Natuna, S.Ag., M.Pd.I., mengonfirmasi perguruan tinggi yang sebelumnya bernama Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna tersebut telah resmi beralih status menjadi institut pada tahun ajaran 2026. Perubahan kelembagaan itu telah memiliki dasar hukum melalui Surat Keputusan (SK) dari pemerintah pusat dan saat ini tinggal menunggu peresmian secara simbolis.
NATUNA – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna resmi bertransformasi menjadi Institut Agama Islam (IAI) Natuna mulai tahun ajaran 2026. Perubahan status kelembagaan tersebut menjadi langkah baru dalam pengembangan pendidikan tinggi di Kabupaten Natuna.
Rektor IAI Natuna, Dr. H. Umar Natuna, S.Ag., M.Pd.I., mengatakan perubahan status tersebut telah memiliki payung hukum melalui Surat Keputusan (SK) dari pemerintah pusat.
“Iya, pada tahun ajaran ini kita memang sudah resmi beralih menjadi institut sesuai dengan SK. Saat ini tinggal menunggu peresmian secara simbolis saja. Penyesuaian nama instansi hingga lambang kampus baru juga sudah dilakukan,” ujar Umar kepada koranperbatasan.com saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (31/8/2026).
Menurut Umar, perubahan status menjadi institut tidak hanya berkaitan dengan perubahan kelembagaan dan identitas kampus, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Natuna.
Seiring perubahan tersebut, IAI Natuna kini memiliki tujuh program studi jenjang Sarjana (S1). Dari jumlah tersebut, dua merupakan program studi baru yang dibuka pada tahun ini.
“Harapan kita tentu semakin mendekatkan masyarakat untuk mengakses pendidikan tinggi yang sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka. Saat ini kita ada tujuh prodi, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Ekonomi Syariah, Hukum Pidana Islam (HPI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), serta dua prodi baru yakni Manajemen Bisnis Syariah dan Pariwisata Syariah,” jelas Umar.
Dengan bertambahnya pilihan program studi, masyarakat Natuna kini memiliki lebih banyak alternatif bidang pendidikan yang dapat disesuaikan dengan minat dan kebutuhan masing-masing.
Umar mengatakan pengembangan program studi juga masih akan dilakukan. Pihak kampus saat ini tengah mengusulkan pembukaan program studi S1 baru, yakni Pemikiran Politik Islam.
Selain menambah pilihan program studi jenjang sarjana, IAI Natuna juga menyiapkan pengembangan pendidikan ke jenjang pascasarjana.
“Tahun ini kami juga sedang mengusulkan pembukaan program Magister Studi Islam. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa beroperasi,” ujar Umar.
Menurutnya, Program Magister Studi Islam tersebut nantinya dirancang dengan cakupan konsentrasi yang cukup luas. Beberapa bidang yang disiapkan meliputi ekonomi, pendidikan, hukum, hingga komunikasi.
“Program Magister Studi Islam ini nantinya dirancang dengan cakupan konsentrasi yang luas, mulai dari konsentrasi Ekonomi, Pendidikan, Hukum, hingga Komunikasi,” pungkasnya.
Laporan: Dini










