KEAMANAN PERBATASANNATUNAPENDIDIKAN

Kabut Asap Natuna, SMPN 1 Bunguran Timur Terapkan BDR

×

Kabut Asap Natuna, SMPN 1 Bunguran Timur Terapkan BDR

Sebarkan artikel ini
Kepala SMPN 1 Bunguran Timur, Zurna, S.Pd., saat berada di ruang kerjanya. Zurna menjelaskan penerapan Belajar Dari Rumah (BDR) sebagai tindak lanjut kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna akibat dampak kabut asap.

“SMPN 1 Bunguran Timur menerapkan Belajar Dari Rumah (BDR) sebagai tindak lanjut Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna terkait dampak bencana kabut asap. Pembelajaran tetap berlangsung sesuai jadwal melalui WhatsApp Group, Google Classroom, dan platform pembelajaran lainnya.”

Kepala SMPN 1 Bunguran Timur, Zurna, S.Pd., mengatakan pihak sekolah telah menyampaikan kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) kepada peserta didik dan orang tua setelah menerima Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna pada Minggu (6/9/2026). Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik di tengah kondisi kabut asap.

NATUNA — SMPN 1 Bunguran Timur menerapkan sistem Belajar Dari Rumah (BDR) bagi peserta didik sebagai tindak lanjut Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna terkait penyelenggaraan layanan pendidikan akibat dampak bencana kabut asap.

Kepala SMPN 1 Bunguran Timur, Zurna, S.Pd., menjelaskan surat edaran tersebut diterima pihak sekolah melalui WhatsApp Group Forum PTK UKSPF BT pada Minggu sekitar pukul 15.25 WIB.

Setelah menerima surat edaran tersebut, pihak sekolah langsung menyampaikan informasi pelaksanaan BDR kepada peserta didik dan orang tua melalui WhatsApp Group.

Sekolah kemudian mengarahkan setiap wali kelas untuk memasukkan seluruh guru mata pelajaran yang mengampu kelas masing-masing ke dalam grup kelas. Langkah tersebut dilakukan agar guru dapat berkomunikasi langsung dengan siswa untuk menyampaikan materi dan tugas sesuai jadwal pelajaran harian.

“Sekolah tidak membuat jadwal khusus untuk menjalankan BDR ini. Sekolah juga memberikan keleluasaan kepada guru untuk memberikan materi pembelajaran melalui WhatsApp Group, Google Classroom, atau platform pembelajaran lainnya,” jelas Zurna kepada koranperbatasan.com melalui WhatsApp, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, materi pembelajaran dapat diberikan dalam berbagai bentuk yang mudah diakses siswa, mulai dari modul, video pembelajaran, bahan bacaan, hingga Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).

Baca Juga:  Guru Terus Berjuang Tanpa Henti Demi Pendidikan Bangsa

Guru juga diberikan keleluasaan untuk menyesuaikan materi dan tugas dengan kondisi siswa serta fasilitas yang tersedia di rumah.

Sejumlah Kendala Dihadapi

Meski pembelajaran tetap berjalan, penerapan BDR tidak sepenuhnya terlepas dari kendala. Zurna menyebut beberapa persoalan yang dihadapi antara lain jaringan internet, keterbatasan kuota, serta keterbatasan perangkat yang dimiliki sebagian siswa.

Selain kendala teknis, pendampingan orang tua juga belum selalu optimal karena kesibukan masing-masing. Dari sisi siswa, sebagian menghadapi tantangan dalam menjaga motivasi dan kedisiplinan belajar selama berada di rumah.

“Guru juga cukup kesulitan memantau proses belajar siswa secara langsung. Ditambah lagi, interaksi dan komunikasi antara guru dan siswa menjadi lebih terbatas dibandingkan pembelajaran tatap muka,” ungkapnya.

Kendati demikian, pihak sekolah tetap berupaya agar kegiatan pembelajaran dapat berlangsung dengan baik selama kebijakan BDR diterapkan.

Zurna mengatakan guru diharapkan dapat memberikan pembelajaran yang sederhana, fleksibel, dan bermakna sehingga tidak menambah beban siswa selama mengikuti pembelajaran dari rumah.

Kesehatan Siswa Jadi Prioritas

Di tengah kondisi kabut asap, Zurna menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan peserta didik serta seluruh warga sekolah menjadi perhatian utama.

Ia berharap kondisi udara di Natuna segera membaik sehingga siswa dan seluruh warga sekolah dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.

“Saya berharap yang paling utama adalah kondisi udara di Natuna segera membaik sehingga anak-anak dan seluruh warga sekolah dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Ia juga berharap kerja sama antara pemerintah daerah, sekolah, orang tua, dan masyarakat terus diperkuat untuk memantau kualitas udara serta memberikan perlindungan kepada anak-anak.

“Selama kondisi belum memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka, kami akan tetap berupaya agar proses pembelajaran dari rumah berjalan dengan baik, fleksibel, dan tidak membebani siswa. Semoga kabut asap segera berlalu, kualitas udara kembali sehat, dan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan normal kembali,” pungkas Zurna.

Baca Juga:  Kepala SMA Negeri 2 Bunguran Timur, Arqam Alfatrisy, S.Pd., Mengucapkan Selamat Hari Jadi Kabupaten Natuna Ke-27

Laporan: Dini


📊 Views: 23

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *