NATUNAPENDIDIKAN

Dampak Kabut Asap, SMPN 4 Bunguran Timur Terapkan BDR dan Hadapi Keterbatasan Air 

×

Dampak Kabut Asap, SMPN 4 Bunguran Timur Terapkan BDR dan Hadapi Keterbatasan Air 

Sebarkan artikel ini
Imbauan Belajar Dari Rumah (BDR) SMP Negeri 4 Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, pada 7–9 September 2026 sebagai upaya menjaga kesehatan dan keselamatan warga sekolah di tengah kondisi kabut asap. Poster juga memuat panduan bagi siswa dan orang tua selama pelaksanaan BDR.

“Kabut asap berdampak pada aktivitas pendidikan di Natuna. SMPN 4 Bunguran Timur menerapkan Belajar Dari Rumah (BDR), sementara kemarau panjang turut menyebabkan keterbatasan air di wilayah tersebut.” 

Plt. Kepala SMPN 4 Bunguran Timur, Zulfikar, S.Pd., mengatakan sekolah mulai menerima informasi mengenai pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) pada Minggu, 6 September 2026, menyusul surat edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna terkait penegasan penyelenggaraan layanan pendidikan akibat dampak bencana kabut asap. 

NATUNA – SMP Negeri 4 Bunguran Timur menerapkan kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) setelah menerima pemberitahuan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna terkait penyelenggaraan layanan pendidikan akibat dampak kabut asap. 

Plt. Kepala SMPN 4 Bunguran Timur, Zulfikar, S.Pd., menjelaskan pihak sekolah menerima informasi mengenai BDR pada Minggu, 6 September 2026. Kebijakan tersebut disampaikan melalui surat edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna. 

Sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna menerbitkan surat pemberitahuan BDR untuk sejumlah wilayah. Kebijakan tersebut kemudian diralat dan ditegaskan melalui surat edaran mengenai penyelenggaraan layanan pendidikan pada satuan pendidikan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Natuna akibat dampak bencana kabut asap yang mencakup 13 kecamatan. 

Dalam pelaksanaannya, SMPN 4 Bunguran Timur menerapkan pembelajaran secara daring dengan memanfaatkan sejumlah media digital yang mudah diakses oleh siswa. 

“Mekanisme yang kami terapkan saat ini berupa pembelajaran daring (dalam jaringan). Beberapa guru ada yang melakukan pembelajaran melalui grup WhatsApp, ada juga yang menggunakan Google Form, dan ada juga yang menggunakan Google Sheet,” ujar Zulfikar kepada koranperbatasan.com saat diwawancarai melalui WhatsApp, Selasa (8/9/2026). 

Menurutnya, meskipun proses kegiatan belajar mengajar tetap berjalan secara daring, pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. 

Baca Juga:  Dardani Dorong Lulusan SDN 002 Ranai Natuna Raih Sarjana

Salah satu kendala yang ditemukan adalah keterbatasan perangkat belajar. Zulfikar menyebut terdapat beberapa siswa yang tidak memiliki telepon seluler untuk mengikuti pembelajaran secara daring. 

“Kalau berbicara kendala, ya pasti ada. Sebagai contoh, ada beberapa siswa yang tidak memiliki HP untuk melakukan pembelajaran sehingga akan terbatas menerima informasi maupun tugas pembelajaran yang diberikan oleh guru,” ungkapnya. 

Kondisi tersebut membuat sebagian siswa berpotensi mengalami keterbatasan dalam menerima informasi, materi, maupun tugas yang diberikan oleh guru selama BDR berlangsung. 

Kemarau Panjang Perparah Keterbatasan Air 

Di tengah pelaksanaan BDR akibat kabut asap, Zulfikar juga menyoroti persoalan lain yang terjadi bersamaan, yakni keterbatasan air akibat musim kemarau panjang. 

Menurutnya, persoalan keterbatasan air belum sepenuhnya terselesaikan ketika masyarakat kembali menghadapi kabut asap yang turut berdampak terhadap aktivitas pendidikan dan kesehatan. 

“Kami berharap musibah kabut asap ini cepat berlalu, karena selain mengganggu dunia pendidikan, juga mengganggu dunia kesehatan. Apalagi sekarang kita sedang berada pada musim kemarau panjang yang berdampak pada keterbatasan air. Masalah air juga belum terselesaikan, malah bertambah musibah baru lagi, yaitu kabut asap,” tuturnya. 

Zulfikar berharap kondisi kabut asap segera berakhir dan kualitas udara di Kabupaten Natuna kembali membaik. Dengan kondisi tersebut, aktivitas masyarakat diharapkan dapat berjalan normal dan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah dapat kembali dilaksanakan. 


Laporan: Dini 


📊 Views: 45

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *