KABAR PERBATASANKESEHATANNATUNAPENDIDIKAN

Kualitas Udara Natuna Masih Berbahaya, BDR Terancam Diperpanjang 

×

Kualitas Udara Natuna Masih Berbahaya, BDR Terancam Diperpanjang 

Sebarkan artikel ini
Hikmat Aliansyah, SKM., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, menyampaikan kondisi kualitas udara yang masih belum sehat akibat kabut asap. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan dalam kemungkinan perpanjangan pembelajaran dari rumah (BDR) bagi siswa di Natuna.

“Kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Kabupaten Natuna masih dilaporkan belum sehat akibat kabut asap. Dinas Kesehatan Natuna bersama Dinas Pendidikan mempertimbangkan perpanjangan Belajar Dari Rumah (BDR) apabila kondisi udara belum memungkinkan siswa kembali belajar di sekolah.” 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah, SKM., mengatakan kondisi kualitas udara masih menjadi pertimbangan untuk menentukan kelanjutan pembelajaran siswa setelah masa BDR 7-9 September 2026. Berdasarkan laporan dari sejumlah Puskesmas, kondisi udara di beberapa wilayah masih belum sehat, sehingga perpanjangan BDR masih mungkin diusulkan kepada Bupati Natuna. 

NATUNA – Kualitas udara di sejumlah wilayah Kabupaten Natuna masih menjadi perhatian menyusul kabut asap yang menyelimuti daerah tersebut. Kondisi ini turut berdampak terhadap aktivitas pendidikan, khususnya pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) bagi siswa. 

Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna sebelumnya berdiskusi dengan Dinas Pendidikan mengenai kondisi cuaca dan kualitas udara sebelum mengusulkan pelaksanaan BDR kepada Bupati Natuna. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah, SKM., menjelaskan bahwa rekomendasi tersebut disusun berdasarkan fakta dan data hasil pengukuran kualitas udara yang dilakukan oleh petugas di sejumlah Puskesmas. 

“Eh, sebelum melakukan BDR teman-teman atau Pak Kadis Pendidikan juga diskusi sama kami Dinas Kesehatan bagaimana kondisi dengan cuaca seperti ini. Jadi, tentu saja kami menyampaikan itu kan berdasarkan fakta. Berdasarkan fakta atau berdasarkan data yang kami lihat atau yang kami dapatkan dari teman-teman di Puskesmas yang melakukan pengukuran udara di sekitar mereka,” jelas Hikmat. 

Dari hasil pengukuran tersebut, Dinas Kesehatan kemudian mengusulkan kepada Bupati Natuna agar pembelajaran siswa dilakukan dari rumah untuk sementara waktu. 

“Nah, jadi dari hasil pengukuran itu kita ambil kesimpulan atau kita ambil keputusan untuk mencoba mengusulkan kepada Bupati Natuna untuk melakukan BDR,” ujarnya. 

BDR Awalnya Hanya Tiga Hari 

Hikmat mengatakan kebijakan BDR pada awalnya hanya direncanakan selama tiga hari, yakni Senin, Selasa, dan Rabu, 7–9 September 2026. 

Menurutnya, pembatasan waktu tersebut dilakukan sembari melihat perkembangan kondisi cuaca dan kualitas udara setiap harinya. 

“BDR itu kemarin kita diskusikan kita ambil hanya sekitar tiga hari dulu lah. Jadi, dari hari karena kemarin kami diskusinya kan hari Minggu,” katanya. 

Ia menjelaskan, apabila kondisi udara pada Rabu membaik dan sudah memungkinkan untuk kegiatan pembelajaran di sekolah, siswa dapat kembali masuk pada Kamis. 

Baca Juga:  Pimpin Rapat Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting, Wabup Rodhial Minta Semua OPD Monitor Angka Capaian

“Kalau memang hari ini ternyata cuacanya sudah memungkinkan untuk belajar di sekolah, berarti besok kita masuk,” jelasnya. 

Namun, apabila kualitas udara masih belum sehat dan dinilai berbahaya, terutama bagi anak-anak, perpanjangan BDR akan kembali dipertimbangkan. 

“Tetapi kalau memang hari ini ternyata cuacanya masih belum sehat, artinya masih berbahaya terutama untuk anak-anak, maka akan kita usulkan untuk memperpanjang,” tegas Hikmat. 

Keputusan Ada di Tangan Bupati 

Hikmat menegaskan, hingga Rabu, 9 September 2026, keputusan mengenai perpanjangan BDR belum ditetapkan. 

“Apakah keputusan memperpanjang atau tidak hari ini belum kita ambil keputusan,” ujarnya. 

Ia mengatakan kondisi di lapangan masih menunjukkan adanya kabut asap. Selain pengamatan langsung, laporan dari sejumlah Puskesmas juga menunjukkan kualitas udara masih belum sehat. 

“Tapi saya lihat tadi di jalan itu masih agak kabut gitu,” katanya. 

“Kalau kita lihat agak kabut kemudian laporan dari teman-teman Puskesmas di beberapa Puskesmas juga melaporkan kondisinya masih belum sehatlah,” lanjutnya. 

Dengan kondisi tersebut, kemungkinan BDR diperpanjang masih terbuka. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan Bupati Natuna setelah Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan melakukan konsultasi. 

“Jadi, kemungkinan masih akan diperpanjang. Tapi ini keputusan tetap di tangan Bupati. Kemungkinan masih akan diperpanjang,” jelas Hikmat. 

Jika kondisi udara tidak membaik, Kepala Dinas Pendidikan akan kembali berkonsultasi dengan Bupati Natuna untuk mempertimbangkan perpanjangan BDR selama tiga hari berikutnya. 

Kelompok Rentan Diminta Waspada 

Di tengah kondisi kabut asap, Dinas Kesehatan Natuna mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok yang memiliki risiko tinggi terhadap dampak paparan asap. 

Hikmat menyebut anak-anak, orang tua atau lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki alergi terhadap asap sebagai kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih. 

“Yang berisiko tinggi itu yang mana? Seperti anak-anak, kemudian orang tua, lansia, ibu hamil, kemudian yang punya alergi terhadap asap,” ujarnya. 

Menurut Hikmat, paparan asap pada orang yang memiliki alergi dapat memicu gangguan pernapasan. 

“Karena begitu mereka alergi terhadap asap itu biasanya timbul asma. Asma itu kambuh atau sesak napas,” jelasnya. 

Karena itu, Dinkes mengimbau kelompok berisiko tinggi untuk lebih banyak beraktivitas di dalam rumah dan menghindari keluar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak. 

Baca Juga:  Dinkes Natuna Nonaktifkan BPJS PBI Warga Mampu Mulai September

“Nah, jadi untuk mereka-mereka ini kami lebih menganjurkan untuk mereka itu aktivitas dalam rumah saja, tidak perlu keluar kalau memang tidak ada urusan yang mendesak,” katanya. 

Apabila terpaksa harus keluar rumah, masyarakat dianjurkan menggunakan masker. 

“Dan kalaupun keluar, dianjurkan tetap memakai masker,” tegas Hikmat. 

Masker Gratis Tersedia di Puskesmas 

Untuk membantu melindungi masyarakat dari paparan asap, Dinas Kesehatan Natuna telah membagikan masker secara gratis. 

Hikmat mengatakan masyarakat yang belum mendapatkan masker atau masih membutuhkannya dapat mendatangi Puskesmas terdekat. 

“Masker kan sudah kita bagikan. Masker sudah kita bagikan beberapa waktu yang lalu. Dan nanti kalau memang ada masyarakat yang belum dapat ya silakan bisa minta ke Puskesmas terdekat,” ujarnya. 

Ia memastikan masker diberikan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan. 

“Gratis. Gratis itu kita kasih gratis,” tegasnya. 

Masyarakat di wilayah kecamatan juga tidak perlu datang ke pusat kota Ranai untuk mengambil masker. 

“Kalau memang ada yang belum dapat atau masih perlu membutuhkan, silakan datang saja ke Puskesmas setempat. Di Tanjungan enggak perlu pula datang kemari, di Tanjungan saja,” jelas Hikmat. 

Asap Kiriman dan Karhutla Lokal 

Hikmat mengatakan kabut asap yang terjadi di Natuna sebagian besar berasal dari kiriman luar daerah. Namun, terdapat pula sumber asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan lokal. 

“Harapan kita tentu saja kondisinya akan cepat membaik walaupun kita dapat kiriman asap itu sebagian besar dari luar,” katanya. 

Ia menyebut salah satu sumber karhutla lokal berada di wilayah Batu Bidan, Kelarik. 

“Namun ada juga yang lokal. Yang lokal seperti yang di Batu Bidan Kelarik itu mereka sepertinya asap lokal, kebakaran lokal,” ujarnya. 

Selain itu, Hikmat menyebut adanya kebakaran di wilayah Subi Besar. 

“Kemudian di Subi ini pun sekarang lagi ada terbakar juga di Subi Besar. Di hutan itu,” katanya. 

Berharap Hujan Segera Turun 

Dinas Kesehatan Natuna berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga titik-titik api dapat dipadamkan dan kabut asap berangsur menghilang. 

“Ya, tentu saja kita berdoa semoga segera turun hujan sehingga api-api itu segera padam dan kabut asap segera hilang dari Natuna,” tutup Hikmat. 


Laporan: Dini 


📊 Views: 83

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *