OLAHRAGAPOLITIKSUARA RAKYATTOKOH PERBATASAN

KPDN Vs Dispora, Bupati Cen Sui Lan Jangan Tutup Mata

×

KPDN Vs Dispora, Bupati Cen Sui Lan Jangan Tutup Mata

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi — H. Raja Mustakim dan Bupati Natuna, Cen Sui Lan, terkait kegiatan olahraga masyarakat yang digerakkan KPDN di Kabupaten Natuna. KPDN tercatat menggelar sejumlah turnamen domino, termasuk kegiatan yang diikuti 512 tim atau 1.024 peserta. H. Raja Mustakim juga disebut sebagai sponsor tunggal dengan dukungan Rp50 juta untuk pembinaan dan bantuan sosial. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari potensi olahraga masyarakat yang dapat menjadi perhatian pemerintah daerah melalui Dispora untuk pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Koranperbatasan.com.

“Ketika komunitas mampu menggerakkan olahraga masyarakat dengan kekuatan sendiri, Bupati Natuna Cen Sui Lan jangan sampai menutup mata terhadap potensi yang tumbuh dari bawah. Kegiatan KPDN menunjukkan bahwa olahraga masyarakat tidak selalu menunggu program pemerintah untuk bergerak.”

NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan jangan tutup mata terhadap gerakan olahraga yang tumbuh dari masyarakat. KPDN telah menunjukkan kemampuan menggelar kegiatan olahraga dengan melibatkan peserta dalam jumlah besar. Fakta ini seharusnya menjadi perhatian Bupati melalui Dispora, bukan sekadar dilihat sebagai kegiatan komunitas.

Salah satu buktinya terjadi pada 6 Januari 2026 di RM Sisir Basisir, Ranai, ketika KPDN menyerahkan hadiah Turnamen Domino KPDN yang diikuti 512 tim atau 1.024 peserta dari berbagai wilayah Natuna. Dalam kegiatan tersebut, Raja Mustakim tercatat sebagai sponsor tunggal dengan dukungan dana pembinaan dan bantuan sosial sebesar Rp50 juta.

Jumlah peserta tersebut menunjukkan bahwa olahraga masyarakat memiliki basis yang cukup besar di Natuna. Karena itu, Bupati Natuna Cen Sui Lan melalui Dispora semestinya tidak hanya melihat kegiatan seperti ini sebagai turnamen biasa, tetapi membaca potensi pembinaan yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem olahraga Natuna.

KPDN Bergerak, Potensi Olahraga Tumbuh

Kegiatan KPDN tidak berhenti pada satu turnamen. Pada 1-4 Juli 2026 di Desa Kelanga, KPDN kembali mendukung Open Turnamen Domino dalam rangka HUT Desa Kelanga. Dalam kegiatan tersebut, Raja Mustakim menyampaikan komitmen KPDN untuk mendorong domino sebagai olahraga berpikir atau mind sport, termasuk mendukung pembinaan bibit atlet domino.

Sebelumnya, pada 6 Juni 2026 di Pantai Piwang, Ranai, KPDN bersama Polres Natuna juga menggelar turnamen domino dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80. Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat dan anggota Polres sebagai ruang kompetisi, sportivitas dan kebersamaan.

Baca Juga:  KPDN Vs DLH, Bupati Cen Sui Lan Harus Bercermin

Yang paling baru, pada 2 Oktober 2026 di Alun-Alun Pantai Piwang, KPDN bersama PORDI menggelar Open Turnamen Akbar Domino se-Kabupaten Natuna. Turnamen tersebut berlangsung 2-30 Oktober 2026 dan menjadi bagian dari kegiatan olahraga masyarakat. Rangkaian kegiatan ini semakin menunjukkan bahwa domino telah berkembang menjadi salah satu aktivitas olahraga masyarakat yang memiliki basis peserta dan komunitas di Natuna.

Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa olahraga masyarakat telah bergerak dari bawah. Pertanyaannya, sejauh mana Bupati Natuna Cen Sui Lan melalui Dispora menangkap potensi tersebut untuk pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan?

Dispora Memiliki Kewenangan Pembinaan

Dispora Natuna memiliki ruang kerja yang berkaitan dengan kepemudaan dan olahraga, termasuk pembinaan serta pelaksanaan berbagai kegiatan olahraga. Program pemerintah juga mencakup cabang olahraga dan kegiatan kepemudaan yang menjadi bagian dari pembinaan generasi muda.

Karena itu, keberadaan komunitas seperti KPDN seharusnya dapat menjadi mitra sosial dalam melihat potensi olahraga masyarakat, bukan berjalan sendiri-sendiri tanpa kesinambungan pembinaan.

KPDN bergerak dengan kemampuan komunitas, sementara Bupati Natuna Cen Sui Lan melalui Dispora memiliki kewenangan, program dan perangkat untuk mengembangkan potensi tersebut secara lebih terstruktur.

Raja Mustakim dan Gerakan KPDN

Dalam kegiatan KPDN, H. Raja Mustakim, suami Bupati Natuna Cen Sui Lan sekaligus Penasihat ANRC dan penggagas/inisiator forum pembahasan DBH Migas, dikenal aktif memberikan dukungan terhadap kegiatan komunitas.

Dukungan tersebut terlihat antara lain dari keterlibatannya sebagai sponsor tunggal pada Turnamen Domino KPDN dengan dukungan Rp50 juta untuk pembinaan dan bantuan sosial.

Fakta ini tidak berarti kegiatan komunitas menggantikan tugas pemerintah. Justru sebaliknya, kegiatan tersebut menunjukkan adanya potensi masyarakat yang dapat diperkuat melalui kebijakan pemerintah.

Baca Juga:  STAI Natuna Gandeng Dispora Kepri Gelar STAI Cup Plus 2026 

Jangan Sampai Potensi Tumbuh Tanpa Pembinaan

Bupati Natuna Cen Sui Lan perlu memastikan Dispora tidak hanya hadir ketika kegiatan olahraga sudah besar, tetapi juga mampu membaca potensi sejak masyarakat mulai bergerak.

Turnamen dengan 1.024 peserta bukan angka kecil. Jika potensi sebesar itu hanya berhenti sebagai kegiatan pertandingan tanpa kesinambungan pembinaan, kesempatan untuk mengembangkan olahraga masyarakat bisa terlewat.

Di sinilah Bupati Natuna Cen Sui Lan perlu melihat lebih jauh. Pemerintah tidak harus mengambil alih kegiatan KPDN, tetapi dapat memastikan potensi yang sudah tumbuh mendapatkan ruang pembinaan, fasilitas dan arah pengembangan yang jelas.

KPDN Vs Dispora bukan pertarungan siapa yang lebih hebat. KPDN bergerak sebagai komunitas, sedangkan Dispora bekerja melalui kewenangan pemerintah. Justru karena kewenangannya lebih besar, Bupati Natuna Cen Sui Lan dituntut mampu membaca dan mengembangkan potensi yang sudah tumbuh di masyarakat.

Ketika KPDN mampu mengumpulkan 512 tim atau 1.024 peserta dan Raja Mustakim berani mengeluarkan dukungan pribadi untuk kegiatan tersebut, Bupati Natuna Cen Sui Lan jangan tutup mata. Jadikan gerakan itu sebagai sinyal bahwa olahraga masyarakat Natuna memiliki potensi yang layak dibina secara lebih serius melalui kebijakan pemerintah.


Red


📊 Views: 168

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *