HUKUM & KRIMINALKEAMANAN PERBATASANNATUNAPENDIDIKAN

Polres Natuna Ajak Masyarakat Cegah Bullying di Lingkungan Sekolah

×

Polres Natuna Ajak Masyarakat Cegah Bullying di Lingkungan Sekolah

Sebarkan artikel ini
Kapolres Natuna bersama jajaran kepolisian, perwakilan pemerintah, pihak sekolah, dan masyarakat mengikuti kegiatan Polisi Menyapa yang membahas persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.

“Kapolres Natuna, AKBP Novyan Aries Efendie, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla., mengajak masyarakat, pemerintah daerah, dan pihak sekolah memperkuat kerja sama untuk mencegah tindakan perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan. Ajakan tersebut disampaikan melalui program Polisi Menyapa yang menjadi ruang dialog antara kepolisian dan masyarakat untuk membahas persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), termasuk perundungan terhadap anak di Kabupaten Natuna.”

NATUNA – Pencegahan tindakan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Kepolisian, pemerintah daerah, pihak sekolah, dan masyarakat dinilai perlu bersinergi agar persoalan tersebut dapat dicegah dan diselesaikan sejak dini.

Hal itu menjadi salah satu perhatian Kapolres Natuna, AKBP Novyan Aries Efendie, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla., saat menggelar diskusi bersama masyarakat dan sejumlah perwakilan sekolah se-Kecamatan Bunguran Timur melalui program Polisi Menyapa, Rabu (4/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di AOJ Cafe tersebut menjadi wadah bagi kepolisian untuk mendengarkan secara langsung aspirasi, keluhan, serta berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya terkait keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Natuna.

Dalam diskusi tersebut, persoalan perundungan di lingkungan sekolah menjadi salah satu pembahasan utama. Kapolres mengungkapkan, berdasarkan kegiatan yang baru saja dilakukannya ke sekolah, masih ditemukan persoalan bullying yang perlu mendapat perhatian bersama.

Menurutnya, meskipun tidak seluruh kasus menjadi perhatian publik atau viral, tindakan perundungan tetap harus ditangani secara serius. Permasalahan tersebut perlu dibicarakan bersama agar tidak berkembang dan menimbulkan dampak yang lebih buruk bagi anak-anak.

“Hal ini kami ambil temanya pertama masalah kemarin saya ada kegiatan ke sekolah, yaitu masalah bullying. Ini ternyata masih ada. Walaupun itu masih sifatnya tidak terlalu viral dan sebagainya, tetapi alangkah baiknya kita rumuskan bersama di forum ini,” ujar Kapolres.

Baca Juga:  Sekda Gelar Rakor Persiapan Materi Objek Penilaian KKS Tingkat Provinsi

Kapolres Sebut Persoalan Bullying Perlu Diantisipasi

Kapolres Natuna menegaskan, persoalan perundungan tidak boleh dianggap sepele. Menurutnya, tindakan tersebut dapat menimbulkan dampak yang tidak baik bagi anak-anak sehingga perlu dicari jalan penyelesaiannya melalui komunikasi dan kerja sama seluruh pihak terkait.

Ia juga menyampaikan bahwa persoalan tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Keterlibatan pihak sekolah, pemerintah daerah, serta masyarakat diperlukan agar penanganan dapat dilakukan secara lebih efektif.

“Kita selesaikan permasalahan itu agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak bagus ke depannya. Kami juga dihadiri dari Kemenag, dari Dinas Pendidikan juga hadir. Korban juga lumayan besar di wilayah Kabupaten Natuna,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan perundungan di lingkungan pendidikan perlu mendapat perhatian lintas sektor. Kehadiran perwakilan Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan dalam forum tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi antarlembaga untuk membahas persoalan yang terjadi di masyarakat.

Kapolres berharap forum diskusi seperti ini dapat menjadi ruang untuk menyampaikan persoalan secara terbuka. Dengan demikian, berbagai masalah yang muncul di lingkungan sekolah maupun masyarakat dapat diketahui lebih awal dan dicarikan penyelesaiannya bersama.

Polri Tidak Bisa Bekerja Sendiri

Lebih lanjut, Kapolres menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam membantu kepolisian menjaga situasi keamanan dan ketertiban. Menurutnya, tanpa dukungan masyarakat, kepolisian akan menghadapi keterbatasan dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya menyerahkan penanganan persoalan kepada kepolisian, tetapi ikut berperan dalam mencegah terjadinya tindakan perundungan.

“Kalau tidak ada peran serta dari masyarakat, kami juga kewalahan. Jadi, alangkah bagusnya dari peran serta masyarakat, dari perwakilan pemerintah, Polri, bisa menyelesaikan permasalahan ini dari bawah dan selesai dari masyarakat juga,” tegasnya.

Baca Juga:  Polres Natuna Bersama Instansi Terkait Laksanakan Goro di Cemaga Tengah

Menurut Kapolres, penyelesaian persoalan sejak tingkat bawah menjadi penting agar masalah tidak terus berkembang. Terlebih, perundungan yang melibatkan anak-anak membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama, baik dari lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat langkah pencegahan sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi peserta didik.

Polisi Menyapa Jadi Ruang Aspirasi Masyarakat

Melalui program Polisi Menyapa, Polres Natuna berupaya mendekatkan pelayanan kepolisian dengan masyarakat. Program tersebut menjadi sarana bagi jajaran kepolisian untuk mengetahui secara langsung berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Dalam forum tersebut, Kapolres juga membuka kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan persoalan lain di luar masalah perundungan, baik yang berkaitan dengan anak-anak maupun persoalan Kamtibmas secara umum.

Ia mengembalikan kesempatan kepada peserta diskusi untuk menyampaikan masukan, keluhan, dan hal-hal yang perlu menjadi perhatian bersama. Forum tersebut diharapkan tidak hanya membahas persoalan yang telah terjadi, tetapi juga menjadi tempat mengidentifikasi masalah yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dengan adanya komunikasi langsung antara kepolisian, pemerintah, pihak sekolah, dan masyarakat, berbagai persoalan diharapkan dapat diketahui lebih awal dan ditangani secara bersama-sama.

Polres Natuna berharap keterlibatan seluruh elemen tersebut dapat membantu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, ramah anak, serta terbebas dari tindakan kekerasan dan perundungan.

Upaya pencegahan bullying pun diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi berlanjut melalui kepedulian dan tindakan nyata di lingkungan sekolah maupun masyarakat.


Laporan: Dini


📊 Views: 19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *