“Anie Fried Chicken (AFC) terus mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu usaha kuliner lokal di Ranai, Kabupaten Natuna. Selama enam tahun terakhir, warung ayam goreng ini tetap menjadi pilihan masyarakat berkat cita rasa yang konsisten dan harga yang terjangkau.”
Pemilik Anie Fried Chicken (AFC), Anie, mengatakan usahanya telah menempati lokasi saat ini selama kurang lebih enam tahun. Meski menghadapi pasang surut jumlah pelanggan, ia tetap berkomitmen menjaga kualitas rasa dan mempertahankan harga yang ramah di kantong masyarakat.
NATUNA — Di tengah persaingan usaha kuliner yang semakin berkembang, Anie Fried Chicken atau yang lebih dikenal masyarakat dengan singkatan AFC tetap menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu pelaku usaha mikro yang bertahan di Kota Ranai.
Anie menuturkan, usaha ayam goreng tepung yang dikelolanya sebenarnya telah dirintis sejak lama. Sebelum menempati lokasi saat ini, ia lebih dahulu berjualan di tempat lain.
“Sebenarnya jualannya sudah lama, dari pertama masih di tempat yang sana dulu. Kalau pindah ke lokasi yang sekarang ini sudah sekitar enam tahun,” ujarnya kepada koranperbatasan.com, Kamis (25/6/2026).
Selama melayani masyarakat, potongan ayam bagian dada menjadi menu yang paling banyak diminati pelanggan. Selain cita rasanya yang khas, harga yang ditawarkan juga menjadi salah satu alasan pelanggan tetap memilih AFC.
“Kalau yang paling banyak dipesan itu bagian dada. Dada memang yang paling banyak orang suka,” katanya.
AFC menawarkan berbagai pilihan menu dengan harga yang tetap terjangkau. Menu ati ampela dijual seharga Rp5.000, potongan paha dan sayap Rp8.000, sedangkan potongan dada dibanderol Rp10.000.
“Kalau harga mulai dari Rp5.000 sampai Rp10.000 saja. Yang Rp5.000 itu ati ampela, paha dan sayap Rp8.000, sedangkan dada Rp10.000,” jelas Anie.
Sebagai pelaku UMKM, Anie mengakui kondisi penjualan tidak selalu stabil. Menurutnya, naik turunnya jumlah pembeli merupakan hal yang lumrah dialami para pedagang.
“Biasalah kalau orang pedagang, pasti ada naik turunnya. Dalam satu minggu kadang ada hari yang sepi, kadang juga ramai,” tuturnya.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi semangatnya untuk terus mempertahankan usaha yang telah dirintis selama bertahun-tahun.
Anie berharap Anie Fried Chicken atau AFC dapat terus berkembang dan semakin diminati masyarakat Natuna.
“Harapan kami semoga usaha ini semakin lancar, maju, dan laris terus,” pungkasnya.
Laporan: Dini










