STAI Hadirkan Narasumber dari Tiga Negara, Bahas Pariwisata Syariah di Natuna

Terbit: oleh -7 Dilihat
Ketua STAI Natuna, H. Umar Natuna, S.Ag, M.Pd.I

NATUNA – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna sukses melaksanakan Seminar Internasional bertemakan “Rancang Bangun Pengembangan Pariwisata Berbasis Syariah di Natuna”. Selain narasumber dalam negeri, pada seminar juga menghadirkan narasumber dari Malaysia dan Brunei Darussalam secara virtual.

Ketua STAI Natuna, H. Umar Natuna, S.Ag, M.Pd.I mengatakan, seminar ditaja sebagai bentuk ihtiar guna menjadikan Kabupaten Natuna pusat wisata halal. Selain itu merupakan bagian dari pengabdian STAI untuk Kabupaten Natuna.

Persembahan tari sekapur sirih mengawali Seminar Internasional di Kampus STAI Natuna.

“Menggali konsep pemikiran dan kebijakan, membangun silaturahim serta kolaborasi dengan negara serumpun dalam mengembangkan paket-paket wisata Syariah bersama,” terangnya, Sabtu, 15 Oktober 2022 di Aula 2 STAI Natuna, Komplek Natuna Gerbang Utaraku.

Langkah selanjutnya, pihak STAI berencana membentuk tim yang nantinya akan berdiskusi dengan dinas-dinas terkait untuk pengembangan pariwisata syariah di Natuna.

“Kemudian STAI akan mengembangkan program studi pariwisata syariah, sebagai tindak lanjut dari seminar ini,” sebutnya.

Suasana saat pembukaan Seminar Internasional di Kampus STAI Natuna.

Berjalan lancarnya seminar, Umar berharap secepat mungkin Pemerintah Daerah Natuna menginisiasi adanya peraturan daerah tentang pariwisata syariah.

“Menetapkan destinasi dan paket wisata syariah. Mengembangkan produk kuliner yang unggul dan halal. Makanan khas khusus seperti asam pedas ikan napoleon, makanan khas favorit Natuna selain kernas. Menjadikan salah satu seni budaya sebagai produk unggulan yang akan disajikan kepada wisatawan yang berkunjung di Natuna,” ujarnya.

Lebih jauh Umar menyampaikan, STAI Natuna telah ditetapkan sebagai perguruan tinggi pendamping proses produk halal oleh Kementerian Agama RI.

“Kita sudah memiliki beberapa tenaga untuk pendamping proses produk halal,” imbuhnya.

Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda saat menjadi keynote speaker pada Seminar Internasional di Kampus STAI Natuna.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Natuna, H. Hardinansyah, SE, M.Si yang hadir saat itu, menyambut baik upaya dilakukan pihak STAI Natuna.

“Kita menyambut baik, tetapi ini tidak bisa dikerjakan cuma dinas pariwisata, namun semua stakeholder termasuk perguruan tinggi ini. Apalagi perguruan tinggi agama Islam, mau buka prodi pariwisata syariah tepat sekali. Kita mulai dari sekarang, kita punya Masjid Agung,” pungkasnya.

Menurut Hardinansyah, budaya melayu identik dengan Islam, maka pariwisata syariah bisa menjadi pilihan bagi wisatawan dari negara serumpun.

“Wisata dengan syariat Islam bisa kita jual dengan saudara-saudara kita yang ada di Malaysia, Brunei, Thailand, Filipina, kan melayu,” jelasnya.

Ia mengaku, Dinas Pariwisata Natuna sudah memulai dari produk halal.

“Kita bantu pelaku UMKM, brandnya, packaging, sertifikat halal. Sudah ada 14 ekraf (ekonomi kreatif), di Bunguran Besar sampai Pulau Tiga,” katanya.

Narasumber dari pihak STAI Natuna menyampaikan materi.

Sementara Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda sebelum dirinya berbicara sebagai keynote speaker, secara resmi membuka seminar tersebut.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Seminar Internasional dengan tema Rancang Bangun Pengembangan Pariwisata Berbasis Syariah di Natuna secara resmi kami buka,” tuturnya.

Rodhial menyambut baik kegiatan seminar yang dilakukan, hal ini bermanfaat dalam upaya penyusunan kebijakan pemerintah terhadap pembangunan pariwisata Natuna kedepan. Perjalanan pariwisata syariah tidak terlepas dari sendi-sendi budaya melayu yang sangat kental dengan nuansa Islam, sehingga sangat potensial apabila diterapkan di Kabupaten Natuna.

Menurut Rodhial Huda saat ini Kementerian Pariwisata telah menetapkan 10 Provinsi sebagai tempat pengembangan wisata syariah, termasuk Kepulauan Riau. Kunjungan wisata syariah menyumbang 5 persen dari jumlah kunjungan wisata.

“Berdasarkan data yang ada jumlah wisatawan Muslim sekitar 131 Juta, mereka siap melakukan kegiatan wisata,” cetusnya. (KP).


Laporan : Johan


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *