“Warung Bakso Malang di kawasan Pantai Piwang, Kabupaten Natuna, menawarkan cita rasa khas Jawa Timur dengan menu bakso urat premium, mi ayam, hingga Mi Gacoan yang sedang viral. Beroperasi selama tiga tahun terakhir, usaha kuliner keluarga ini terus menjadi pilihan masyarakat.”
NATUNA — Pengelola Warung Bakso Malang, Andin, mengatakan usaha kuliner keluarganya yang berada di depan Pantai Piwang, Ranai, telah berjalan sekitar tiga tahun. Meski baru membuka warung bakso dalam beberapa tahun terakhir, keluarga tersebut sebelumnya telah lebih dulu menjalankan usaha toko kelontong di depan Happy Bakery.
“Kami asli dari Malang, Jawa Timur. Kalau tinggal di sini sudah lama, tetapi buka warung baksonya memang baru tiga tahun. Awalnya kami punya toko kelontong di depan Happy Bakery. Kemudian Ibu ingin membukakan usaha untuk abang saya, Mas Arif. Akhirnya kami mencoba buka usaha bakso dan alhamdulillah sampai sekarang berjalan dengan baik,” ujar Andin kepada koranperbatasan.com, Rabu (8/7/2026).
Mengusung resep khas Malang, Warung Bakso Malang menyajikan bakso dengan pelengkap yang lengkap, mulai dari tahu bakso, pangsit renyah, hingga aneka pilihan pentol yang dapat disesuaikan dengan selera pelanggan.
Selain menu bakso, warung ini juga mengikuti perkembangan tren kuliner dengan menghadirkan Mi Gacoan yang dapat dipilih sesuai tingkat kepedasan dan ditambah berbagai pilihan pelengkap.
“Menu yang paling banyak dicari pelanggan itu mi ayam dan bakso urat. Kami juga menyediakan Mi Gacoan. Pelanggan bisa request isi baksonya, mau pilih pentol tertentu atau tambah pangsit basah juga bisa,” katanya.
Untuk harga, Warung Bakso Malang menawarkan berbagai pilihan menu yang ramah di kantong.
Mi ayam biasa dijual seharga Rp12 ribu per porsi, sedangkan Mi Ayam Bakso Urat dibanderol Rp20 ribu. Sementara Mi Gacoan dijual Rp12 ribu untuk porsi reguler dan Rp15 ribu apabila ditambah bakso.
Adapun menu Bakso Malang dibanderol mulai Rp15 ribu hingga Rp25 ribu, tergantung pilihan ukuran dan variasi isi yang dipilih pelanggan.
Andin mengakui usaha kuliner yang dijalankannya juga menghadapi tantangan akibat kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Kenaikan harga bahan baku serta menurunnya daya beli masyarakat menjadi kendala yang dirasakan para pelaku usaha.
“Kendalanya sekarang harga bahan baku banyak yang naik. Selain itu, banyak masyarakat yang memilih ke pasar malam, ditambah adanya efisiensi sehingga daya beli juga berkurang,” ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen menjaga kualitas rasa dan pelayanan agar pelanggan tetap puas menikmati cita rasa khas Malang yang disajikan.
Andin berharap usaha keluarganya terus berkembang dan mampu memberikan kenyamanan lebih bagi pelanggan.
“Harapan kami semoga usaha ini tetap berjalan, semakin ramai, dan lebih sukses lagi. Mudah-mudahan ke depan kami bisa memperluas tempat makan sehingga pelanggan semakin nyaman saat menikmati bakso di sini,” pungkasnya.
Laporan: Dini










