ANAMBASKABAR PERBATASANKEPULAUAN RIAUNASIONAL

Bank Indonesia Gelar Penukaran Uang Kecil, Dukung Ekonomi Masyarakat Jemaja

×

Bank Indonesia Gelar Penukaran Uang Kecil, Dukung Ekonomi Masyarakat Jemaja

Sebarkan artikel ini
Potret suasana saat Petugas Bank Indonesia melayani masyarakat yang sedang melakukan transaksi penukaran uang.
Potret suasana saat Petugas Bank Indonesia melayani masyarakat yang sedang melakukan transaksi penukaran uang.

ANAMBAS – Sebagai wujud nyata komitmen dalam mendukung kelancaran sistem pembayaran hingga ke daerah terpencil, Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau (BI Kepri) menyelenggarakan layanan kas keliling di Pulau Letung, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas. Kegiatan yang berlangsung di Pasar Letung pada Kamis (13/11/2025) ini berhasil menyalurkan dana segar senilai Rp500 juta kepada masyarakat, sekaligus menjadi sarana edukasi pentingnya menjaga martabat Rupiah di wilayah perbatasan.

Layanan penukaran uang lusuh dan Uang Tidak Layak Edar (UTLE) ini merupakan bagian dari misi strategis Bank Indonesia untuk memastikan ketersediaan uang kartal di masyarakat dalam nominal yang cukup, pecahan yang sesuai, dan dalam kondisi layak edar. Kehadiran tim BI di pulau yang masuk kategori Tertinggal, Terdepan, Terluar (3T) ini disambut dengan antusiasme luar biasa oleh warga dan pedagang setempat.

Menurut Panca Gunawan Harefa, Asisten Penyelia Perkasan KPw BI Provinsi Kepri, kehadiran BI di Letung memiliki dimensi yang lebih dalam daripada sekadar layanan finansial. “Kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara melalui Bank Indonesia di tengah masyarakat untuk memenuhi kebutuhan uang kecil dalam mendukung roda perekonomian,” jelas Panca. Ia menekankan bahwa misi ini juga menjadi media edukasi program ‘Cinta Bangga Paham Rupiah’.

Bagi masyarakat Letung, kehadiran layanan kas keliling BI bagai oase di tengah keterbatasan akses perbankan. Solihin, salah seorang pedagang di Pasar Letung, mengungkapkan kebahagiaannya. “Penukaran uang kecil dan uang lusuh ini sangat membawa kebahagiaan bagi kami. Selama ini kami sangat kesulitan mendapatkan uang kecil seperti pecahan Rp1.000 hingga Rp20.000. Banyak uang kecil yang kami miliki sudah sangat lusuh akibat kena air atau noda,” ujar Solihin.

Baca Juga:  Genjot Pembangunan Kepri, Isdianto Motivasi Pegawai Berikan Ide-ide Brilian

Potret salah satu masyarakat yang sedang melakukan transaksi penukaran uang lusuh dan uang tidak layak edar.

Petugas BI juga memberikan penjelasan mendalam tentang pentingnya penggunaan uang logam dalam transaksi ekonomi sehari-hari. “Masyarakat perlu terus menggunakan uang logam dalam bertransaksi. Meskipun uang logam bernominal kecil, manfaatnya sangat besar bagi stabilisasi harga. Jika masyarakat tidak menggunakan uang logam pecahan Rp1.000 hingga Rp50, dapat menyebabkan harga barang dibulatkan menjadi kelipatan Rp1.000,” jelas petugas BI.

Antusiasme masyarakat terbukti dengan habisnya seluruh modal kerja senilai Rp500 juta yang disiapkan BI. Jeni, salah seorang warga Letung-Jemaja, menyampaikan harapannya agar BI dapat rutin hadir setiap tahun. “Kami berharap Bank Indonesia rutin hadir di daerah Letung-Tarempa. Selama ini, untuk mengakses layanan perbankan, kami harus ke Tanjungpinang melalui jalur laut dengan perjalanan selama 10 jam. Kami sangat mengucapkan terima kasih atas kehadiran BI di Letung-Jemaja,” ucap Jeni dengan penuh haru.

Keberhasilan kegiatan kas keliling di Letung ini tidak hanya menyelesaikan masalah kesulitan akses uang layak edar, tetapi juga memperkuat infrastruktur keuangan di daerah terpencil, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan menanamkan rasa cinta terhadap mata uang nasional di hati masyarakat perbatasan negara. (KP).


Laporan : Azmi

Editor : Dhitto


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *