EKONOMI PERBATASANNATUNA

Batu Hitam Salurkan 876 Karung Beras Bulog, Data Penerima Jadi Sorotan

×

Batu Hitam Salurkan 876 Karung Beras Bulog, Data Penerima Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Caption: Kasi Pemberdayaan Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial Kelurahan Batu Hitam, Firdaus, S.Pd., saat menyerahkan bantuan beras Bulog kepada warga di Kelurahan Batu Hitam, Kabupaten Natuna, Jumat (4/9/2026). Bantuan beras tersebut disalurkan kepada warga penerima manfaat untuk membantu meringankan kebutuhan pangan masyarakat. KoranPerbatasan.com

“Penyaluran bantuan beras Bulog di Kelurahan Batu Hitam, Kabupaten Natuna, menuai keluhan terkait ketepatan data penerima. Pihak kelurahan menyebut masih ada warga yang dinilai membutuhkan tetapi tidak masuk dalam daftar penerima.” 

Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial Kelurahan Batu Hitam, Firdaus, S.Pd., mengatakan sebanyak 292 kepala keluarga (KK) di wilayahnya menerima bantuan beras dari Bulog dengan alokasi 876 karung. Bantuan tersebut diberikan sebanyak 10 kilogram per bulan selama tiga bulan, namun dalam penyalurannya pihak kelurahan menerima keluhan warga mengenai ketidaksesuaian data penerima. 

NATUNA – Kelurahan Batu Hitam, Kabupaten Natuna, menyalurkan bantuan beras dari Bulog kepada masyarakat berdasarkan daftar penerima yang diterima dari pihak Bulog. 

Untuk Kelurahan Batu Hitam, alokasi bantuan tercatat sebanyak 876 karung beras untuk 292 KK. Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras per bulan selama tiga bulan. 

Firdaus menjelaskan, program tersebut merupakan penyaluran perdana dan pelaksanaannya baru berjalan selama dua hari. Pihak kelurahan menerima daftar nama penerima dari Bulog, kemudian meneruskannya kepada pengurus RT untuk disampaikan kepada warga. 

“Daftar dari Bulog itu kita kirim ke RT. Jadi, RT menyampaikan kepada warga dan memberikan undangannya,” jelas Firdaus kepada KoranPerbatasan.com di ruang kerjanya, Jumat (4/9/2026). 

Menurutnya, dalam undangan tersebut telah dicantumkan jadwal pengambilan bantuan, mulai dari hari, jam pembukaan hingga batas waktu pelayanan. Warga yang tercantum sebagai penerima juga harus membawa persyaratan ketika mengambil bantuan. 

“Kalau penerima asli itu KTP saja. Kalau yang membantu orang lain, harus membawa KK dan KTP penerima yang dibantu,” ujarnya. 

Firdaus menegaskan, pihak kelurahan pada dasarnya hanya menyalurkan bantuan berdasarkan daftar yang diterima dari Bulog. Kelurahan tidak memiliki kewenangan untuk menentukan sendiri siapa saja yang masuk dalam daftar penerima. 

Persoalan kemudian muncul karena terdapat warga yang mengaku berhak menerima bantuan tetapi tidak tercantum dalam daftar. Sebaliknya, terdapat pula warga yang menurut penilaian masyarakat tergolong mampu tetapi justru mendapatkan bantuan. 

Baca Juga:  DPD Partai Golkar Natuna Gelar Doa Bersama Puncaki Peringatan HUT ke-61

“Memang banyak komplain dari warga yang tidak dapat. Ada warga yang seharusnya dapat, ternyata tidak dapat. Sementara, ada juga orang yang lebih mampu malah dapat. Jadi, datanya terasa kurang sesuai,” ungkap Firdaus. 

Ia juga mengaku pihak kelurahan tidak mengetahui secara pasti dasar pendataan yang digunakan dalam menentukan penerima bantuan tersebut. Sebab, daftar yang diterima kelurahan berasal dari Bulog dan selanjutnya disalurkan kepada masyarakat sesuai nama yang tercantum.

“Yang kami terima itu daftar nama dari Bulog. Nah, itulah yang kami salurkan ke warga,” katanya.

Selain persoalan data, jumlah alokasi bantuan juga menjadi perhatian karena jumlah beras yang diterima lebih banyak dibandingkan jumlah penerima dalam satu kali penyaluran. Firdaus mengatakan apabila nantinya terdapat sisa, secara prosedur beras tersebut harus dikembalikan kepada Bulog.

“Kembalikan ke Bulog. Kalau ada lebih, tetapi kami berusaha untuk dibagikan semua, biar habis,” tuturnya. 

Ia menyebut terdapat wacana agar apabila masih terdapat sisa beras, bantuan tersebut dapat dialihkan kepada warga yang berada pada desil bawah, terutama masyarakat yang paling membutuhkan dan sebelumnya belum terdata.

“Paling ada wacana, yang desil 1 ini nanti dibantu juga kalau sisa berasnya masih ada,” jelasnya. 

Firdaus mengatakan bantuan tersebut sangat membantu masyarakat, terutama warga yang berada dalam kondisi ekonomi sulit. Dengan bantuan 10 kilogram setiap bulan selama tiga bulan, penerima akan memperoleh total 30 kilogram beras. 

“Untuk masyarakat, kami sangat bersyukur dengan bantuan ini. Memang membantu bagi mereka yang susah. Dengan tiga bulan dapat bantuan beras ini, 10 kilo per bulan, 30 kilo ini sangat membantu sekali,” katanya. 

Ia berharap penyaluran bantuan ke depan dapat disertai pembaruan serta verifikasi data yang lebih sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan. 

“Untuk Bulog, kami berharap kalau dapat data, memang sesuai dengan masyarakat yang membutuhkan. Yang betul-betul dapat,” harapnya. 

Selain bantuan beras, Firdaus juga berharap bantuan lainnya dapat menyusul sehingga dapat membantu meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat kurang mampu di Kelurahan Batu Hitam. 

“Keinginan kita ke depannya, bantuan yang lain lain itu pun sudah datang, biar bisa membantu perekonomian masyarakat yang susah,” pungkasnya. 

Bantuan beras tersebut tidak hanya disalurkan di Kelurahan Batu Hitam. Berdasarkan keterangan Firdaus, terdapat empat kelurahan yang menerima penyaluran bantuan dari Bulog, yakni Batu Hitam, Bandar Sago, Andalas, dan Andalas Kota. Besaran alokasi masing-masing wilayah disesuaikan dengan jumlah penerima yang telah ditetapkan. 

Baca Juga:  Peduli Anak, Wabup Resmikan Playground Pantai Kencana Ranai

Laporan: Dini 


 

📊 Views: 103

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *