Raus menambahkan bahwa nilai-nilai Pancasila harus terus diinternalisasi oleh generasi muda, tidak hanya dalam bentuk pemahaman, tetapi juga praktik keseharian.
“Saya berharap dari Natuna, dari perbatasan ini, lahir pemuda-pemuda yang berintegritas, berdaya saing, dan setia menjaga tegaknya NKRI,” tegasnya.
Kegiatan ini juga diikuti oleh 50 mahasiswa STAI Natuna yang merupakan perwakilan dari berbagai organisasi dan himpunan kampus, seperti DEMA, SEMA, LDK, MAPALA, Sanggar Tapak Melayu, dan PPM, serta mahasiswa dari program studi PIAUD, KPI, HPI, EKIS, dan PAI.
Melalui sosialisasi yang menyatukan unsur pemerintahan, akademisi, masyarakat, dan pelajar, BPIP RI berupaya memperkuat ketahanan ideologi bangsa dari pinggiran hingga pusat. Penekanan disampaikan bahwa wilayah perbatasan bukan hanya simbol kedaulatan, tetapi juga barisan terdepan dalam menjaga nilai luhur bangsa.
Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan di berbagai wilayah strategis lainnya sebagai bagian dari upaya kolektif menjaga keutuhan Indonesia dari sisi ideologi dan karakter kebangsaan. (KP).
Kontributor : Surat kabar Mahasiswa (SKM) Islamika STAI Natuna
Editor : Dhitto










