PNATUNA – Di tengah tantangan geografis sebagai wilayah perbatasan, muncul sebuah kisah inspiratif yang membuktikan bahwa kreativitas tidak mengenal batas. Dialah Intan Purnama Sari, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) dari Natuna, Kepulauan Riau, yang sukses membangun brand digital Sans Mutty.
Melalui kanal YouTube-nya, Intan berhasil mengumpulkan 491.000 subscriber. Kontennya bertema animasi Gacha, sebuah genre yang sangat populer di kalangan penonton global. Keberhasilan ini bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga mengangkat nama Natuna di peta industri kreatif digital internasional.
Intan Purnama Sari menceritakan bahwa perjalanan membangun brand Sans Mutty di tengah peran domestik sebagai IRT adalah tantangan tersendiri. Namun, kecintaannya pada dunia animasi memotivasi dia untuk terus berkarya.
“Awalnya hanya sekadar hobi yang dilakukan setelah mengurus rumah tangga. Tapi dengan ketekunan dan belajar secara mandiri, akhirnya bisa berkembang dan menghasilkan karya yang diminati secara global, bahkan dari Natuna,” ungkap Intan saat diwawancarai koranperbatasan.com di kediamannya, Selasa, 16 Desember 2025.
Kisah Intan menjadi bukti nyata bahwa wanita, khususnya ibu rumah tangga di daerah, memiliki peluang besar untuk mandiri secara ekonomi di era digital. Selain YouTube, Sans Mutty juga aktif di platform media sosial seperti Instagram dan Facebook.
Saat ini, Intan fokus memperkuat dan mengamankan akun TikTok resminya, @sansmutty.
“Seiring popularitas, akun palsu mulai bermunculan. Verifikasi akun TikTok @sansmutty sangat penting bagi kami untuk melindungi brand dan karya kami dari peniruan. Ini demi kenyamanan komunitas Sans Mutty di seluruh dunia,” tambahnya.
Kisah sukses Intan Purnama Sari diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Natuna, menunjukkan bahwa potensi global dapat diraih dari daerah terluar Indonesia. (KP).
Laporan : Dhitto










