ANAMBAS – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung jalannya pemerintahan selama 94 hari pertama masa tugasnya dalam sebuah acara temu di lapangan futsal Desa Bayur, kecamatan Kute Siantan kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu, 25 Mei 2025.
Dalam pidatonya Aneng mengawali dengan penghormatan kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh undangan yang hadir serta secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Raja Bayu, wakilnya, atas kerja keras dan kebersamaan selama masa kampanye dan setelahnya.
“Kami manusia biasa, tidak luput dari salah dan silap. Maka kami mohon doa dan bimbingan dari seluruh masyarakat agar amanah ini bisa kami jalankan dengan sebaik-baiknya,” ujar Aneng.
Aneng menyinggung pentingnya dukungan tokoh-tokoh kunci seperti Bapak Dodo, yang disebutnya berperan besar dalam memotivasi dan mendorongnya maju dalam kontestasi Pilkada. Nasihat dan doa dari para tokoh inilah yang menjadi semangat bagi Aneng untuk menjalankan tugasnya.
Aneng juga menekankan pentingnya persatuan dan kerja sama dalam membangun Kabupaten Kepulauan Anambas ke arah yang lebih baik.

Salah satu pencapaian awal yang dipaparkan adalah rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Dapetua dengan anggaran dari APBN. Selain itu, Aneng menyebutkan sedang mengupayakan pembangunan jembatan serta infrastruktur lainnya melalui dukungan anggaran pusat.
“Kami akan bekerja keras membawa uang dari luar masuk ke Anambas demi kemajuan daerah yang kita cintai bersama,” tegasnya.
Program 100 hari kerja Aneng dan Raja Bayu juga mencatatkan pencapaian penting dengan mengakomodasi 1.899 tenaga kerja melalui B3K dan ASN. Ia menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan berhenti pada pencapaian semata, tetapi akan terus terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat.
Menutup pidatonya, Aneng menekankan bahwa pekerjaan ini bukan sekadar amanah jabatan, tetapi bagian dari ibadah. Ia berharap Kabupaten Anambas dapat menjadi daerah percontohan secara nasional.
“Kerja ini bukan untuk popularitas, tapi ibadah. Kami ingin Anambas lebih maju, sejahtera, dan menjadi contoh bagi Indonesia,” pungkas Aneng. (KP).
Laporan : Azmi










