ANAMBASKESEHATANPEMERINTAHAN

Bupati dan Tim LARS DHP Sepakat Tingkatkan Mutu Pelayanan RSUD Tarempa

×

Bupati dan Tim LARS DHP Sepakat Tingkatkan Mutu Pelayanan RSUD Tarempa

Sebarkan artikel ini
Foto bersama menandai berakhirnya rangkaian Survei Akreditasi RSUD Tarempa. Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas bersama Ketua Tim Surveior LARS DHP, drg. Sri Dharmayanti, jajaran manajemen RSUD Tarempa, tenaga kesehatan, serta seluruh peserta berfoto usai Exit Conference sebagai simbol komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang profesional, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien di Kabupaten Kepulauan Anambas.

“Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas bersama Tim Surveior Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DHP) berkomitmen menjadikan hasil Survei Akreditasi RSUD Tarempa sebagai momentum memperkuat kualitas pelayanan kesehatan melalui pembenahan berkelanjutan, digitalisasi layanan, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.”

Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas menegaskan seluruh rekomendasi Tim Surveior Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DHP) akan menjadi acuan utama dalam meningkatkan mutu pelayanan RSUD Tarempa. Hal itu disampaikan pada acara penutupan (Exit Conference) Survei Akreditasi RSUD Tarempa, Selasa (4/8/2026), yang turut dihadiri Ketua Tim Surveior LARS DHP, drg. Sri Dharmayanti.

ANAMBAS – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Tarempa setelah seluruh rangkaian Survei Akreditasi Rumah Sakit yang dilaksanakan Tim Surveior LARS DHP resmi berakhir.

Survei akreditasi tersebut diawali dengan penilaian secara daring pada 30 Juli 2026 dan dilanjutkan penilaian lapangan pada 3 hingga 4 Agustus 2026. Kegiatan ditutup melalui Exit Conference yang menjadi momentum penyampaian hasil evaluasi sekaligus rekomendasi perbaikan bagi rumah sakit.

Dalam sambutannya, Bupati Kepulauan Anambas menyampaikan apresiasi kepada Tim Surveior LARS DHP atas waktu, tenaga, pengalaman, serta berbagai masukan yang diberikan selama proses survei berlangsung.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim Surveior LARS DHP. Selama beberapa hari ini Bapak/Ibu telah mencurahkan waktu, tenaga, serta keahliannya untuk melihat langsung, menilai, sekaligus memberikan bimbingan dan masukan yang sangat berharga bagi peningkatan mutu pelayanan di RSUD Tarempa,” ujar Bupati.

Bupati juga memberikan penghargaan kepada Direktur RSUD Tarempa beserta seluruh civitas hospitalia yang dinilai telah menunjukkan dedikasi dan komitmen tinggi dalam mengikuti proses akreditasi.

Menurutnya, akreditasi bukan sekadar upaya memperoleh predikat, melainkan menjadi langkah nyata membangun budaya mutu, budaya keselamatan pasien (patient safety), serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Dua Anak di Palmatak Tertimpa Dinding Rumah Roboh, Polisi Sigap Lakukan Evakuasi

Ia mengakui tantangan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan dan perbatasan seperti Kabupaten Kepulauan Anambas tidaklah mudah. Namun demikian, seluruh rekomendasi dari Tim Surveior akan dijadikan pedoman penting dalam membenahi sarana dan prasarana, tata kelola rumah sakit, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan.

“Apapun hasil akhir yang diraih nanti, komitmen kita tidak boleh berhenti di sini. Akreditasi adalah titik awal bagi kita untuk terus memberikan pelayanan prima yang responsif, humanis, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Anambas,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas juga memastikan akan terus mendukung penguatan RSUD Tarempa sebagai rumah sakit rujukan utama melalui peningkatan fasilitas, kompetensi tenaga kesehatan, sistem manajemen, tata kelola, hingga pemanfaatan teknologi informasi.

Bupati berharap RSUD Tarempa tidak hanya mampu memenuhi standar akreditasi, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan yang mudah diakses, cepat, tepat, ramah, profesional, dan penuh empati bagi seluruh masyarakat.

Ia mengajak seluruh civitas hospitalia menjadikan setiap catatan dan rekomendasi Tim Surveior sebagai peluang untuk terus berbenah.

“Jangan kita lihat rekomendasi sebagai beban, tetapi jadikan sebagai kesempatan untuk berbenah dan menjadi lebih baik. Budaya mutu harus tumbuh dalam setiap proses kerja, mulai dari pimpinan, dokter, perawat, bidan, tenaga kefarmasian, tenaga kesehatan lainnya hingga seluruh unsur pendukung pelayanan di RSUD Tarempa,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Surveior LARS DHP, drg. Sri Dharmayanti, menyampaikan bahwa secara umum RSUD Tarempa telah menunjukkan semangat perubahan yang positif selama proses survei berlangsung.

Ia menilai komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dalam memenuhi kebutuhan sumber daya manusia, sarana, dan prasarana kesehatan menjadi salah satu kekuatan utama yang dimiliki rumah sakit.

Selain itu, semangat, kekompakan, dan dedikasi jajaran manajemen serta tenaga kesehatan yang didominasi generasi muda menjadi modal penting dalam membangun pelayanan yang lebih berkualitas.

Baca Juga:  Cen Sui Lan Dihadapkan Catatan BPK, Piutang Disperindagkopum Natuna Rp28,75 Miliar

Menurut drg. Sri Dharmayanti, akreditasi bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi maupun mempertahankan kerja sama dengan BPJS Kesehatan, tetapi harus menjadi budaya kerja yang terus dijalankan dalam setiap pelayanan.

Dalam Exit Conference tersebut, Tim Surveior memberikan sejumlah rekomendasi strategis kepada RSUD Tarempa. Salah satunya adalah percepatan implementasi Rekam Medik Elektronik (RME) sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 guna meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, rumah sakit diminta menjaga konsistensi pelaksanaan regulasi, indikator mutu, pelaporan insiden keselamatan pasien, serta supervisi manajemen secara berkesinambungan.

Tim Surveior juga mendorong optimalisasi peran Manajer Pelayanan Pasien (MPP) dan Infection Prevention and Control Nurse (IPCN) agar koordinasi pelayanan pasien maupun pengendalian infeksi rumah sakit berjalan semakin efektif.

Di bidang pengembangan sumber daya manusia, Tim LARS DHP merekomendasikan peningkatan dukungan anggaran pelatihan kompetensi tenaga kesehatan, seperti BTCLS, ATLS, ACLS, PONEK, hingga pelatihan Hemodialisa.

Menurut drg. Sri Dharmayanti, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan akan memperkuat kepercayaan diri petugas sekaligus meningkatkan standar pelayanan kepada masyarakat.

Tim Surveior juga menyambut baik rencana pembukaan layanan Hemodialisa (cuci darah) di RSUD Tarempa yang mendapat dukungan Kementerian Kesehatan dengan kapasitas lima tempat tidur.

Layanan tersebut diharapkan mampu memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kepulauan Anambas sehingga pasien yang membutuhkan terapi cuci darah tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah.

Menutup kegiatan Exit Conference, Bupati Kepulauan Anambas kembali mengucapkan terima kasih kepada seluruh Tim Surveior LARS DHP dan menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan survei masih terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun fasilitas.

Ia berharap silaturahmi, kolaborasi, dan kemitraan antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, RSUD Tarempa, dan LARS DHP dapat terus terjalin dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. (KP).


Laporan: Azmi


 

📊 Views: 76

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *