“Gangguan mesin cetak tiket di Pelabuhan Sei Kolak Kijang memicu antrean panjang dan keluhan penumpang.”
Teknisi Pelni di Pelabuhan Sei Kolak Kijang, Julian, menjelaskan bahwa gangguan cetak tiket yang terjadi disebabkan oleh masalah jaringan dan beban penggunaan mesin yang tinggi, sehingga pelayanan sempat melambat.
BINTAN – Antrean panjang terjadi di Pelabuhan Sei Kolak Kijang pada Minggu (29/3/2026) malam akibat gangguan pada proses pencetakan tiket penumpang.
Sejumlah calon penumpang yang menunggu giliran mencetak tiket terlihat mulai mengeluhkan lamanya proses pelayanan. Hal ini disebabkan oleh mesin cetak yang beberapa kali mengalami kendala teknis.
Beberapa penumpang yang memiliki keperluan mendesak tampak merasa kesal dan mempertanyakan lambannya proses pelayanan di loket.
Menanggapi hal tersebut, pihak Pelni memastikan bahwa kendala bukan disebabkan oleh kelalaian petugas, melainkan karena gangguan sistem.
Teknisi Pelni, Julian, menjelaskan bahwa masalah tersebut dipicu oleh jaringan yang tidak stabil serta penggunaan printer yang berlangsung terus-menerus.
“Gangguan terjadi karena faktor jaringan dan beban mesin yang tinggi, kadang juga terjadi kertas tersangkut. Tapi kami langsung melakukan perbaikan setiap ada kendala,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang atas ketidaknyamanan yang terjadi serta memastikan tim teknis tetap siaga untuk menjaga kelancaran pelayanan.
Di tengah situasi tersebut, salah satu penumpang tujuan Anambas, Wiranto, mengajak sesama penumpang untuk tetap bersabar.
“Mesin ini buatan manusia, pasti ada saja kendalanya. Kita harus sabar,” katanya.
Ia juga mengapresiasi kinerja petugas yang dinilai tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik meskipun menghadapi gangguan teknis.
Seiring penanganan yang dilakukan oleh tim teknis, kondisi antrean berangsur kembali normal dan pelayanan dapat berjalan lebih lancar.
Pihak Pelni menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta mengantisipasi gangguan serupa agar tidak terulang di masa mendatang. (KP).
Laporan: Venti










