NATUNA – Pemerintah Desa Sebadai Hulu, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna, pada tahun 2025 menetapkan tiga program prioritas pembangunan, yakni pembangunan jalan menuju lahan pertanian, pembangunan rumah pos kamling, dan program ketahanan pangan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Sebadai Hulu, Darmawan, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 10 September 2025.
Menurut Darmawan, pembangunan jalan menuju area pertanian yang berlokasi di RT 03 RW 02 menjadi prioritas utama, mengingat jalan ini sangat dibutuhkan warga untuk memperlancar akses hasil tani.
“Progres pembangunan jalan sudah mencapai sekitar 90 persen, tinggal tahap akhir penyelesaian,” jelasnya.
Selain itu, desa juga mengalokasikan anggaran untuk pembangunan dua unit rumah pos kamling yang berlokasi di RT 03 RW 04. Pembangunan ini diharapkan dapat memperkuat keamanan lingkungan desa.
“Untuk pos kamling saat ini masih menunggu juknis dari pusat terkait pendanaan melalui Kopdes. Jadi kita belum bisa mulai, tapi tetap menjadi prioritas,” tambahnya.
Program prioritas ketiga adalah ketahanan pangan, dengan progres sekitar 60 persen. Menurut Darmawan, keterlambatan bukan karena kendala teknis, melainkan menunggu pencairan anggaran.
“Alhamdulillah sekarang anggaran sudah masuk, sehingga program bisa berjalan lebih cepat,” ujarnya.
Darmawan memaparkan, anggaran desa tahun 2025 terdiri dari Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). Untuk ADD, Desa Sebadai Hulu menerima sekitar Rp899 juta, sementara DD tercatat sekitar Rp868 juta. ADD umumnya dialokasikan untuk gaji perangkat desa, operasional pemerintahan desa, serta kebutuhan rutin administrasi. Sedangkan DD diprioritaskan untuk kegiatan fisik, pemberdayaan masyarakat, insentif BLT, dan program pembangunan lainnya.
“Kalau ADD itu peruntukannya jelas untuk insentif, gaji perangkat, dan operasional desa. Sementara DD kita gunakan untuk fisik, pemberdayaan, dan BLT. Jadi perannya saling melengkapi,” terang Darmawan.
Terkait pencairan anggaran, ia menjelaskan bahwa DD dicairkan dua tahap, yakni 60 persen di tahap pertama dan 40 persen di tahap kedua. Sedangkan ADD cair setiap bulan. Seluruh pencairan dilakukan dengan sistem transfer non-tunai.
“Baik ADD maupun DD semuanya ditransfer langsung dari pusat ke daerah, lalu ke rekening desa. Desa sudah tidak pegang uang tunai lagi. Semua pembayaran, termasuk belanja barang dan jasa, harus lewat transfer. Hanya upah pekerja yang masih bisa tunai,” jelasnya.
Darmawan menegaskan, hingga saat ini tidak ada hambatan berarti dalam proses pencairan maupun pelaksanaan program.
“Kita hanya menunggu jadwal transfer dari pusat ke daerah. Sejauh ini, Alhamdulillah semua lancar, aman, tidak ada kendala berarti,” tegas Darmawan.
Dengan anggaran yang sudah diterima, Desa Sebadai Hulu optimis seluruh program prioritas dapat tuntas sesuai rencana. Jalan pertanian ditargetkan selesai dalam waktu dekat, pos kamling segera dibangun setelah juknis turun, dan ketahanan pangan terus ditingkatkan.
“Intinya, kami bersyukur karena semua program berjalan lancar. Tidak ada keluhan besar soal anggaran, baik dari pusat maupun daerah. Pemerintah desa siap menjalankan amanah agar pembangunan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkas Darmawan. (KP).
Laporan : Dhitto










