BUDAYA PERBATASANNATUNAPENDIDIKANPOTRET PERBATASAN

Drumband MAN 1 Natuna Meriahkan Pawai Muharram Perdana Madrasah

×

Drumband MAN 1 Natuna Meriahkan Pawai Muharram Perdana Madrasah

Sebarkan artikel ini
Tim Drumband MAN 1 Natuna menampilkan atraksi pada kegiatan Pawai 1 Muharram 1448 H/2026 M di Natuna sebagai bentuk kreativitas siswa sekaligus menyemarakkan syiar Islam melalui seni musik.

“Penampilan Drumband MAN 1 Natuna sukses menarik perhatian masyarakat dalam Pawai 1 Muharram 1448 H/2026 M yang digelar gabungan madrasah di Kabupaten Natuna.”

Pembina Drumband MAN 1 Natuna, Satria Octavian, S.Pd., mengatakan keberhasilan penampilan siswa dalam Pawai 1 Muharram 1448 H/2026 M merupakan hasil latihan dan kerja keras meskipun persiapan dilakukan dalam waktu singkat.

NATUNA – Drumband MAN 1 Natuna sukses memeriahkan pelaksanaan Pawai 1 Muharram 1448 H/2026 M yang digelar oleh gabungan madrasah di Kecamatan Bunguran Timur.

Penampilan para siswa tersebut menjadi salah satu daya tarik dalam kegiatan yang berlangsung meriah dan penuh nuansa Islami tersebut.

Selain menampilkan kekompakan irama drumband, para peserta juga menghadirkan konsep pawai budaya bernuansa sejarah Islam dengan berbagai atribut yang menggambarkan perjalanan peradaban Islam.

Pembina Drumband MAN 1 Natuna, Satria Octavian, S.Pd., mengatakan persiapan yang dilakukan para siswa tergolong cukup singkat.

Meski demikian, semangat dan kedisiplinan peserta membuat penampilan dapat berjalan maksimal saat hari pelaksanaan.

“Kalau untuk latihan drumband sejauh ini tidak terlalu lama. Memang termasuk baru, paling sekitar satu bulan sebelum acara. Lebih intensnya lagi itu dua minggu ekstra untuk mempersiapkan acara ini,” ujar Satria kepada koranperbatasan.com saat diwawancarai di kawasan Pantai Piwang.

Menurut Satria, persiapan pawai tidak hanya difokuskan pada latihan drumband, tetapi juga konsep penampilan yang ingin membawa pesan edukasi kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, siswa turut mengenakan pakaian yang menggambarkan suasana pada masa perjuangan Islam terdahulu.

“Tidak hanya menyiapkan drumband, tapi ada pawai seperti memakai baju-baju kaum pada zaman Nabi dulu, Rasulullah dulu. Seperti kaum Ansar dan lain-lain,” jelasnya.

Selain itu, peserta juga menghadirkan berbagai ornamen pendukung untuk memperkuat nuansa keislaman selama pawai berlangsung.

Baca Juga:  Pardan Tegaskan Program Prioritas Desa Harapan Jaya

“Kemudian ada membawa ikon Ka’bah yang merupakan kiblat kita,” tambahnya.

Satria menyebutkan, jumlah personel yang tergabung dalam penampilan drumband MAN 1 Natuna tersebut mencapai 38 orang.

Ia mengapresiasi terselenggaranya Pawai 1 Muharram gabungan madrasah tersebut karena menjadi ruang positif bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperkuat syiar Islam.

Menurutnya, kegiatan seperti ini harus terus dipertahankan dan dikembangkan menjadi agenda rutin setiap tahun.

“Kalau bisa kegiatan ini dijadikan kegiatan tahunan yang terus dilaksanakan di Kabupaten Natuna, khususnya di madrasah. Kalau madrasah gabungan, ini yang perdana,” ungkapnya.

Satria berharap, pelaksanaan pawai Muharram pada tahun berikutnya dapat berlangsung lebih besar dengan melibatkan lebih banyak peserta dari berbagai satuan pendidikan.

Tidak hanya madrasah, tetapi juga sekolah umum yang ada di Kabupaten Natuna.

“Semoga lebih meriah lagi, lebih besar lagi cakupan sekolah yang diundang. Jadi tidak hanya madrasah saja, sekolah umum lain juga bisa diundang,” pungkasnya. (KP).


Laporan: Dini


 

📊 Views: 58

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *