Badan Pengelola Geopark Nasional (BPGN) Natuna kembali menggelar Rapat Koordinasi Teknis di Ruang Rapat Kantor BP3D Natuna pada Rabu (16/07/2025). Rapat ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang dilaksanakan 11 Juli lalu, dengan fokus utama pada persiapan menghadapi proses evaluasi Geopark Nasional.
NATUNA – Dalam rangka memperkuat kesiapan menghadapi evaluasi Geopark Nasional, Badan Pengelola Geopark Nasional (BPGN) Natuna kembali menggelar Rapat Koordinasi Teknis pada Rabu, 16 Juli 2025, bertempat di Ruang Rapat Kantor BP3D Kabupaten Natuna.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Harian BPGN Natuna, Basri, yang menekankan pentingnya sinergi dan komitmen semua pihak dalam menyukseskan agenda strategis ini.
“Koordinasi ini bukan sekadar seremonial. Kita butuh sistem kerja tim yang aktif, cepat tanggap, dan saling mendukung. Ini kunci agar kita tidak hanya lolos evaluasi, tapi juga membangun Geopark Natuna secara berkelanjutan,” tegas Basri dalam sambutannya.
Pertemuan ini dihadiri oleh lintas pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari Barenlitbangda, BPKPD, Dinas Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, Perindagkopum, Disdikbud, hingga elemen masyarakat seperti pengelola geosite, perwakilan sekolah, komunitas pemuda, dan organisasi lokal.

Agenda rapat difokuskan pada evaluasi progres perbaikan fasilitas geosite, penyusunan dokumen pendukung ilmiah, strategi komunikasi publik, serta sistem pengelolaan data terpadu untuk seluruh titik geosite di Natuna.
Dalam sesi diskusi, muncul berbagai masukan strategis, mulai dari penguatan kapasitas SDM, peningkatan kolaborasi dengan akademisi, hingga kebutuhan sarana pendukung yang memenuhi standar nasional.
Ketua Harian BPGN menutup rapat dengan instruksi kepada seluruh peserta agar segera menindaklanjuti hasil koordinasi dengan langkah konkret di lapangan.
“Evaluasi tinggal menunggu waktu. Kita harus pastikan seluruh indikator yang ditetapkan tim nasional dapat kita penuhi dengan baik, tepat waktu, dan berbasis data yang solid,” ungkap Basri.
Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam akselerasi persiapan Geopark Natuna, tidak hanya sebagai kawasan konservasi, tetapi juga sebagai model pengembangan wilayah berbasis geologi, budaya, dan keanekaragaman hayati yang terintegrasi.
Pemkab Natuna bersama BPGN optimistis, dengan kerja tim yang solid dan dukungan semua unsur, Natuna dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi geopark unggulan Indonesia di kawasan perbatasan utara. (KP).
Kontributor : Diskominfo Natuna
Editor : Dhitto










