Program bantuan sosial seringkali tak tepat sasaran. Subsidi disesuaikan. Tarif-tarif dinaikkan atas nama efisiensi. Rakyat kecil kembali jadi korban dari kebijakan yang katanya untuk kebaikan bersama. Tapi siapa yang merasa “baik” ketika harus memilih antara membeli makan malam atau membayar listrik?
Pemerintah seharusnya hadir bukan hanya dalam pidato, tapi dalam tindakan. Hadir dalam bentuk harga bahan pokok yang stabil, dalam kebijakan yang berpihak, dan dalam keputusan yang tidak sekadar menguntungkan angka makro. Karena di tengah krisis ini, yang dibutuhkan bukan janji, tapi solusi yang menyentuh hidup sehari-hari.
Jika suara rakyat terus diabaikan, maka bukan hanya kepercayaan yang hilang, tapi juga harapan. Dan ketika rakyat kehilangan harapan, tidak ada lagi kekuatan yang bisa menopang negara ini.
Oleh : Dhitto Adhitya, Redaktur Koran Perbatasan










