Yang dibutuhkan bukan narasi sabar dan tahan, tapi keberpihakan nyata. Subsidi yang tepat guna, pengawasan harga yang ketat, dan distribusi bantuan yang menyentuh mereka yang benar-benar butuh. Rakyat tak minta kemewahan, mereka hanya ingin kembali merasakan hidup wajar tanpa harus selalu waspada dengan dompet yang makin tipis.
Krisis biaya hidup ini seharusnya menjadi peringatan bahwa sistem ekonomi kita belum berpihak. Refleksi bukan hanya perlu dari masyarakat, tapi juga dari pembuat kebijakan. Karena ketika hidup wajar sudah menjadi kemewahan, berarti ada yang sangat keliru dalam cara kita membangun bangsa.
Oleh : Dhitto Adhitya, Redaktur Koran Perbatasan










