“Pemerintah Desa Mekar Jaya mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di tengah cuaca panas yang rawan memicu kebakaran.”
Kepala Desa Mekar Jaya, Eko Srimulyanto, mengimbau masyarakat Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui langkah pencegahan sederhana namun penting.
NATUNA – Pemerintah Desa Mekar Jaya, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat guna mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Imbauan tersebut tertuang dalam surat edaran nomor 300.2.3/180/DMJ/III/2026 yang diterbitkan pada Kamis, 26 Maret 2026. Dalam edaran itu, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas, baik di lingkungan rumah tangga maupun di area lahan kering.
Pemerintah desa menekankan bahwa aktivitas seperti membakar sampah di belukar atau lahan kering berpotensi memicu kebakaran, terlebih dalam kondisi cuaca panas dan kering yang dapat mempercepat penyebaran api jika tidak diawasi dengan baik.
Selain itu, warga juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan di dalam rumah, terutama dengan memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman guna menghindari korsleting. Masyarakat juga diminta memastikan api pada tungku atau kompor benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah.
Kepala Desa Mekar Jaya, Eko Srimulyanto, menegaskan bahwa imbauan ini merupakan langkah preventif untuk melindungi keselamatan masyarakat.
“Kami mengajak seluruh warga untuk lebih peduli terhadap potensi kebakaran, baik di lingkungan rumah maupun lahan sekitar. Hal-hal kecil seperti memastikan kompor sudah padam atau mengecek instalasi listrik sangat penting untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan,” tegas Eko kepada Koran Perbatasan, Jumat (27/03/2026) via WhatsApp.
Ia juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Kami berharap masyarakat tidak melakukan pembakaran sembarangan, terutama di musim kering. Jika ada potensi bahaya, segera laporkan agar bisa ditangani dengan cepat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Eko memberikan perhatian khusus kepada masyarakat yang beraktivitas di kawasan hutan, terutama para pencari madu yang menggunakan asap dalam proses pengambilan madu.
“Kami juga mengimbau kepada para pencari madu di hutan agar lebih berhati-hati saat membuat asap untuk mengambil madu. Pastikan api benar-benar terkendali dan dipadamkan dengan sempurna setelah digunakan, karena saat ini kondisi sangat rawan dan sudah sering terjadi kebakaran,” tambahnya.
Pemerintah desa berharap dengan adanya imbauan ini, kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga risiko karhutla dapat diminimalisir dan lingkungan tetap aman serta kondusif. (KP).
Laporan: Awan










