“Akses utama warga Penagi menuju pasar dan sekolah rusak parah, minim penerangan, dan telah dikeluhkan hampir satu dekade.”
NATUNA – Ketua RW 04 Penagi Kelurahan Batu Hitam Kecamatan Bunguran Timur, Edi Kurniawan, mengungkapkan keresahan warga terkait kondisi jalan gelap berlubang di Penagi yang sudah rusak hampir sepuluh tahun dan hingga kini belum mendapat perbaikan menyeluruh dari pemerintah.
Edi Kurniawan menjelaskan bahwa jalan tersebut merupakan akses utama warga Penagi. Jalur ini menjadi penghubung menuju pasar, sekolah, hingga aktivitas harian masyarakat.
“Untuk jalan berlubang ini kan aksesnya salah satunya lewat perum ini, jalan satu-satunya. Warga mau ke pasar atau antar anak sekolah lewat sini,” ujarnya saat ditemui di kediamannya, Sabtu (21/2/2026).
Menurutnya, sebagian warga enggan melewati jalur AURI karena adanya pemeriksaan kendaraan dan kewajiban penggunaan stiker khusus. Akibatnya, jalan yang kini rusak parah tersebut menjadi pilihan utama masyarakat.
Ia menyebut kerusakan jalan sudah berlangsung hampir sepuluh tahun dan belum pernah diperbaiki secara maksimal.
“Sudah hampir sepuluh tahun rusaknya. Setahu saya belum ada perbaikan besar,” katanya.
Kondisi semakin memburuk karena banyaknya kendaraan bertonase berat seperti truk dan pickup yang melintas untuk aktivitas bongkar muat sembako.
“Lubangnya sekarang makin banyak. Truk dan pickup sering lewat sini untuk bongkar muat,” tambahnya.
Selain berlubang, jalan tersebut juga minim penerangan. Kondisi ini membuat warga harus ekstra hati-hati terutama saat malam hari.
“Paling himbauannya untuk berhati-hati apalagi malam hari, karena penerangan juga tidak ada,” tegas Edi.
Ia berharap pemerintah provinsi segera merealisasikan perbaikan, mengingat status jalan tersebut berada di bawah kewenangan provinsi.
“Kita berharap dewan provinsi juga memperjuangkan ini. Katanya tahun ini bakal diperbaiki, semoga benar,” tutupnya.
Warga berharap perbaikan jalan gelap berlubang di Penagi dapat segera dilakukan demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat. (KP).
Laporan: Dini










