“Minimnya penerangan jalan di ruas TCC menuju Dompak dikeluhkan warga karena dinilai membahayakan pengendara dan berpotensi memicu kecelakaan pada malam hari.”
Pengendara yang melintas di jalur dari kawasan TCC menuju Panglima Dompak, Kota Tanjungpinang, mengeluhkan kondisi jalan yang gelap akibat minimnya lampu penerangan jalan. Salah satu pengendara, Dika, mengatakan kondisi tersebut membuat jarak pandang pengendara sangat terbatas saat malam hari dan meningkatkan risiko kecelakaan di jalur tersebut.
TANJUNGPINANG – Kondisi minimnya penerangan jalan di ruas dari kawasan Mall TCC menuju Cafe Hangout Dompak dikeluhkan warga serta para pengendara yang kerap melintas di jalur tersebut. Kurangnya lampu penerangan jalan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
Keluhan tersebut pertama kali diterima Koran Perbatasan pada Sabtu malam, 8 Maret 2026 sekitar pukul 21.40 WIB. Seorang warga melaporkan bahwa rekannya mengalami kecelakaan saat melintas di jalur tersebut.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Minggu sore, 9 Maret 2026 sekitar pukul 16.00 WIB, tim Koran Perbatasan turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi sebenarnya.
Dari hasil peninjauan di lapangan, terlihat bahwa penerangan jalan di sepanjang jalur tersebut memang sangat terbatas. Beberapa titik bahkan tampak gelap karena tidak adanya lampu jalan yang memadai, sehingga jarak pandang pengendara menjadi sangat terbatas pada malam hari.
Salah seorang pengendara yang melintas di lokasi tersebut, Dika, mengatakan kondisi jalan yang gelap sering membuat pengendara kesulitan melihat kondisi di depan mereka.
“Memang kalau malam di sini gelap sekali. Kadang tidak nampak jelas jalan di depan. Banyak juga pengendara motor yang lampunya kurang terang atau bahkan tidak ada lampu yang lewat di sini,” ujarnya saat diwawancarai.
Ia juga menambahkan bahwa pada malam hari kendaraan besar seperti truk maupun mobil kerap melintas dengan kecepatan tinggi. Kondisi tersebut dinilai semakin berbahaya karena cahaya lampu kendaraan dari arah berlawanan sering kali menyilaukan mata pengendara.
Hal senada juga disampaikan rekannya yang dibonceng, Ari. Ia mengatakan kawasan tersebut sebelumnya pernah dikenal sebagai wilayah yang rawan tindak kejahatan.
“Dulu katanya di sini juga rawan begal, apalagi arah yang menuju kantor Camat Bukit Bestari. Kalau gelap seperti ini tentu membuat orang merasa khawatir,” katanya.
Selain itu, tim Koran Perbatasan juga mewawancarai seorang warga yang berjualan di warung tepi jalan sekitar lokasi yang berinisial H. Ia membenarkan bahwa kondisi jalan pada malam hari memang cukup gelap dan sering dimanfaatkan pengendara untuk melaju dengan kecepatan tinggi.
“Memang agak gelap di sini. Malam-malam sering juga orang kebut-kebutan. Mungkin karena jalannya sepi dan kurang penerangan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa minggu lalu pernah terjadi kecelakaan tunggal di lokasi tersebut. Seorang pengendara motor jenis Scoopy dilaporkan terjatuh sekitar pukul 21.00 WIB.
“Katanya waktu itu bapak-bapak pakai Scoopy kecelakaan di sini. Diduga karena silau dari lampu kendaraan lawan arah, ditambah lagi matanya rabun dan jalannya juga gelap,” jelasnya.
Melihat kondisi tersebut, masyarakat berharap pihak terkait dapat segera menambah lampu penerangan jalan di sepanjang jalur dari Mall TCC menuju Dompak. Dengan adanya penerangan yang memadai, diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pengendara serta mengurangi risiko kecelakaan di kawasan tersebut. (KP).
Laporan: Novita










