Menurutnya, sekitar 60 persen warga Desa Sepempang bekerja sebagai nelayan, sehingga pengembangan sektor kelautan sangat penting. Ia juga menyoroti permasalahan kewenangan yang membuat perizinan di sektor laut masih harus melalui provinsi.
“Sebelum aturan itu ada, Natuna ini lebih maju untuk perikanannya. Sekarang, izin saja harus ke provinsi. Jadi agak terbatas langkah kita,” tegasnya.
Dalam kesempatan ini, Shalihin berharap pemerintah kabupaten menambah porsi bagi hasil untuk desa, terutama bagi desa yang memiliki kontribusi ekonomi dari sektor wisata dan perikanan.
“Kalau bisa, pembagian hasil itu ditambah. Desa seperti kami juga punya kontribusi, misalnya dari Jelita Sejuba dan Dive Resort,” tuturnya.
Menjelang HUT ke-26 Kabupaten Natuna, Shalihin menyambut baik adanya kegiatan permainan rakyat yang kembali digelar. Ia berharap pemerintah memberikan penghargaan bagi desa-desa berprestasi.
“Desa yang berperan mengangkat nama kabupaten sebaiknya diberi apresiasi saat hari jadi Natuna. Itu bisa jadi semangat bagi desa lain,” pungkasnya. (KP).
Laporan : Awan










