RAGAM PERBATASANTANJUNGPINANG

Tanjungpinang Dilanda Kekeringan, Warga Gelar Doa Minta Hujan

×

Tanjungpinang Dilanda Kekeringan, Warga Gelar Doa Minta Hujan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi warga Tanjungpinang berdoa bersama memohon hujan akibat kekeringan.

“Kekeringan yang melanda Kota Tanjungpinang mendorong masyarakat menggelar doa bersama dan berharap hujan segera turun untuk mengatasi krisis air.”

Masyarakat Tanjungpinang Tini menyampaikan harapannya agar hujan segera turun setelah banyak warga melaksanakan doa bersama di lapangan terbuka guna mengatasi kekeringan yang semakin parah di wilayah tersebut.

TANJUNGPINANG – Kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kota Tanjungpinang semakin dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

Keterbatasan air bersih hingga menurunnya hasil pertanian menjadi keluhan utama warga yang kini berharap hujan segera turun dalam waktu dekat.

Berdasarkan keterangan warga yang dihimpun Koran Perbatasan pada Jumat (27/3/2026) sekitar pukul 20.30 WIB di kawasan KM 10 Tanjungpinang Timur, masyarakat mulai menggelar doa bersama untuk memohon turunnya hujan.

Salah satu warga, Tini, mengungkapkan bahwa kondisi kekeringan saat ini sudah cukup mengkhawatirkan dan berdampak pada kehidupan sehari-hari.

“Saya sangat berharap hujan segera turun, karena kekeringan sudah sangat parah dan mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Air bersih menjadi langka dan tanaman pekebun juga mulai kering,” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh warga lain yang namanya disamarkan, Dono, yang berharap doa bersama yang dilakukan masyarakat dapat menjadi solusi.

“Saya berharap dengan banyaknya masyarakat yang melaksanakan sholat meminta hujan secara berjamaah, bisa menjadi jalan agar hujan segera turun dan mengatasi kekeringan di Tanjungpinang,” katanya.

Sementara itu, Joko, seorang warga lainnya, mengaku kekeringan juga berdampak pada sektor pertanian yang ia jalani.

“Saya berharap hujan segera turun, karena tanaman saya sudah mulai kering dan tidak bisa tumbuh dengan baik. Kalau hujan tidak turun, saya khawatir hasil panen akan gagal,” ungkapnya.

Kondisi ini juga berdampak pada aktivitas sehari-hari, termasuk bagi anak-anak sekolah. Warga bernama Rina menyebutkan bahwa keterbatasan air bersih mulai mengganggu rutinitas anak-anak.

Baca Juga:  IWO Kepri Kecam Larangan Liputan Wartawan di Kanwil BPN

“Anak-anak sekolah tidak bisa mandi karena air bersih langka, dan kegiatan olahraga juga terganggu,” ujarnya.

Dengan kondisi yang semakin berat, masyarakat Tanjungpinang berharap doa yang mereka panjatkan dapat segera dikabulkan agar hujan turun dan kondisi kembali normal.

Selain itu, warga juga diimbau untuk tetap bijak dalam menggunakan air selama masa kekeringan berlangsung. (KP).


Laporan: Novita


📊 Views: 6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *