Kepsek SMP Muhamadiyah 3 Wonosobo Tidak Terima Sekolahnya Diberitakan

oleh -494 views
SMP-Muhamadiyah-3-Wonosobo-Kecamatan-Wonosobo-Kabupaten-Tanggamus

TANGGAMUS (KP),- Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Muhamadiyah 3 Wonosobo Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus menyebut wartawan mencemarkan nama baik lembaga Muhamadiyah terkait pemberitaan biaya denda nomor ujian sebesar Rp 3 ribu semasa ujian dan biaya komputer yang dibebankan pihak sekolah terhadap wali murid.

Kepsek SMP Muhamadiyah 3 Wonosobo, Lina Yati melalui pesan singkatnya mengatakan bahwa pemberitaan tersebut telah mencamarkan nama baik lembaga Muhamadiyah. “Berita itu telah mencemarkan nama baik lembaga Muhamadiyah. Kenapa anda beritakan SMP Muhammadiyah 3 wonosabo? itu sangat disesalkan, karena mencemarkan nama saya dan lembaga, tarikan dana itu sudah berdasarkan rapat Komite dan wali murid,” katanya.

Saat di singgung terkait tanda tangan dan stampel Komite Sekolah pada rincian anggaran belanja sekolah yang dibebankan pada wali murid, Lina menyebutkan bahwa sudah jelas telah dirapatkan. “Faktanya, itu hasil musyawarah Komite dan wali murid. Coba tanyakan Komite dan wali murid, sudah jelas mereka rapat, penting rapat-nya atau cap-nya? yang penting kesepakatan-nya,” sebutnya.

Dalam hal ini, Lina membantah jika dirinya telah melakukan pemanggilan terhadap beberapa siswa terkait mencuatnya pemberitaan denda nomor ujian dan biaya komputer oleh media. “Ooo saya gak tau, saya malah tidak tau, tanyakan saja kepada anaknya, saya tidak manggil-manggil terkait hal itu,” terangnya.

Dilain pihak, wali murid menyampaikan bahwa anaknya pernah di panggil oleh Kepala Sekolah setelah adanya pemberitaan penarikan denda nomor ujian Rp 3000 saat pelaksanaan ujian dan biaya administrasi komputer sebesar Rp 608 ribu. “Anak saya pernah di panggil oleh gurunya, karena adanya berita tentang sekolahnya, anak saya ketumpuhan dikira anak saya yang cerita dengan wartawan,” terangnya, Sabtu (7/12/2019).

Terkait hal tersebut, salah satu siswa yang pernah di panggil oleh Kepala Sekolah ke kantornya, menyampaikan bahwa dirinya dituduh bercerita pada wartawan. “Saya di panggil bu Lina ke kantor waktu hari Kamis, Bu Lina nuduh saya bercerita pada wartawan tentang Muhamadiyah, Bu Lina bilang guru- guru disini bukan pengemis,” ujarnya menirukan perkataan Kepala Sekolah SMP Muhamadiyah 3 Wonosobo, Lina Yati. (KP).


Editor : Arzal



Kontributor : #Tim Media Online Tanggamus



Memuat...