Di sisi lain, elite politik dan birokrasi seolah hidup di dimensi lain dimensi di mana inflasi hanya menjadi bahan diskusi, bukan penderitaan nyata.
Ketimpangan tak lagi bisa disembunyikan dengan retorika atau slogan. Ia kini hadir di dapur rakyat, di meja makan keluarga pekerja informal, di lembar struk belanja yang makin panjang tanpa barang yang berarti.
Dan yang lebih mengkhawatirkan, adalah munculnya keputusasaan diam-diam: generasi muda yang merasa tak ada harapan untuk naik kelas, karena tangga sosial terlalu curam dan sistem terlalu timpang.
Kita butuh lebih dari sekadar janji dan wacana. Negara harus mengakui bahwa sistem ekonomi saat ini memerlukan perombakan serius. Pendekatan kebijakan harus bergeser dari sekadar angka makro ke kebutuhan konkret rakyat sehari-hari.










