“Kabut asap yang sempat menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Tanjungpinang pada Rabu malam langsung mendapat respon cepat dari Pemerintah Kota setelah laporan warga ramai di media sosial.”
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menyampaikan bahwa tim pemadam kebakaran segera bergerak melakukan penanganan setelah menerima laporan masyarakat terkait kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah kota.
TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota Tanjungpinang menunjukkan respon cepat terhadap laporan masyarakat terkait kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah kota.
Informasi mengenai kabut asap tersebut awalnya ramai dibicarakan warga melalui media sosial pada Rabu malam (11/3/2026). Dalam laporan yang beredar, disebutkan bahwa kawasan Seijang, Jalan Pemuda, dan sekitarnya sempat diselimuti kabut asap cukup tebal sehingga mengganggu kenyamanan bahkan pernapasan warga.
Salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian yang namanya disamarkan menjadi Tarjo mengatakan, kabut asap tersebut cukup terasa pada malam hari sehingga menimbulkan kekhawatiran masyarakat sekitar.
Menanggapi unggahan warga yang sempat viral di media sosial, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah langsung memberikan penjelasan kepada masyarakat melalui kolom tanggapan.
Ia menyampaikan bahwa tim pemadam kebakaran telah bergerak melakukan pemadaman di lokasi kebakaran.
“Terima kasih atas informasinya. Pukul 22.30 WIB pemadaman kebakaran di wilayah Jalan Asia Afrika kisaran Patung Seribu telah selesai dilakukan,” ujar Lis Darmansyah melalui tanggapan di media sosial.
Ia juga menjelaskan bahwa asap tebal yang sempat dirasakan warga berasal dari kebakaran lahan di sekitar Perumahan Jaffanur, wilayah Air Raja. Karena lokasi kebakaran berada di lahan gambut, proses pemadaman membutuhkan penanganan lebih intensif serta pengawasan lanjutan untuk memastikan api benar-benar padam.
Tim redaksi Koran Perbatasan juga menemui beberapa warga yang berada di sekitar kawasan tersebut. Salah seorang warga berinisial A mengatakan bahwa asap memang sempat terasa cukup pekat pada malam hari.
Namun warga merasa lega setelah mengetahui bahwa petugas pemadam kebakaran segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan.
“Memang sempat terasa asapnya cukup tebal di malam hari, tapi kami bersyukur karena petugas cepat menangani. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi kebakaran seperti ini,” ujarnya saat ditemui di kawasan Batu 14, Perumahan Anugerah Bintan Raya, Kamis (12/3/2026).
Sementara itu, warga lainnya berinisial R juga mengapresiasi respon cepat pemerintah daerah yang langsung memberikan penjelasan kepada masyarakat melalui media sosial.
“Kami merasa terbantu karena informasi cepat disampaikan. Jadi masyarakat tahu apa yang sebenarnya terjadi dan tidak terlalu khawatir,” ungkapnya.
Saat ini Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui dinas terkait masih terus melakukan pemantauan di lokasi kebakaran untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran lanjutan.
Selain itu, Wali Kota Lis Darmansyah juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mencegah kebakaran lahan dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak meninggalkan botol plastik berisi air di tempat terbuka, serta tidak membakar sampah saat kondisi cuaca panas dan angin kencang.
Dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan potensi kebakaran lahan di Kota Tanjungpinang dapat dicegah sehingga lingkungan tetap aman dan nyaman bagi seluruh warga. (KP).
Laporan: Novita










