BUDAYA PERBATASANKEUANGANPOTRET PERBATASAN

Warga Tanjungpinang Ramai Tukar Uang Baru Lebaran

×

Warga Tanjungpinang Ramai Tukar Uang Baru Lebaran

Sebarkan artikel ini
Warga Tanjungpinang menukar uang pecahan baru untuk THR menjelang Lebaran. Kamis, 12 Maret 2026.

“Menjelang Hari Raya Idulfitri, antusias masyarakat di Kota Tanjungpinang untuk menukar uang baru sebagai persiapan pembagian THR kepada anak-anak dan keluarga terlihat semakin meningkat.”

Warga Tanjungpinang Rani (29) mengatakan bahwa tradisi menukar uang baru menjelang Lebaran masih menjadi kebiasaan masyarakat untuk dibagikan sebagai THR kepada anak-anak dan kerabat saat Hari Raya Idulfitri.

TANJUNGPINANG – Antusiasme masyarakat untuk menukar uang baru menjelang Hari Raya Idulfitri semakin meningkat di Kota Tanjungpinang. Tradisi membagikan uang pecahan baru kepada anak-anak saat Lebaran membuat banyak warga mulai mencari layanan penukaran uang.

Pada Kamis, 12 Maret 2026 sekitar pukul 13.40 WIB, Koran Perbatasan melakukan pemantauan di beberapa titik kota dan mendapati banyak warga yang mencari uang pecahan baru, baik melalui bank maupun jasa penukaran uang perorangan.

Fenomena tersebut terlihat di beberapa kawasan keramaian seperti Batu 7, Batu 9, hingga pusat Kota Tanjungpinang. Di sejumlah lokasi bahkan tampak lapak-lapak penukar uang yang menawarkan berbagai pecahan uang baru untuk kebutuhan THR saat Lebaran nanti.

Salah seorang warga yang ditemui di kawasan Batu 9, Rani (29) mengaku sengaja mencari uang baru agar dapat dibagikan kepada keponakan dan anak-anak di lingkungan rumahnya.

“Setiap tahun memang sudah tradisi kalau Lebaran bagi-bagi uang baru. Rasanya lebih senang saja kalau uangnya masih rapi dan baru,” ujar Rani.

Selain melalui bank, sebagian masyarakat juga memilih menukar uang melalui jasa perorangan karena dianggap lebih praktis dan tidak perlu mengantre panjang.

Salah seorang penyedia jasa penukaran uang berinisial Putra (37) yang ditemui di kawasan Batu 7 mengatakan permintaan penukaran uang mulai meningkat dalam beberapa hari terakhir.

“Biasanya orang mencari pecahan dua ribu, lima ribu, dan sepuluh ribu untuk dibagikan saat Lebaran. Kami menyediakan uang baru supaya masyarakat tidak perlu antre lama di bank,” jelasnya.

Baca Juga:  Tenaga Honorer Dihapus, Syahrul: “Kalau Enggak Ada Solusi, Enggak Setuju!"

Selain itu, tren penukaran uang juga mulai merambah ke media sosial. Beberapa warga bahkan membuka jasa penukaran uang melalui Facebook dengan sistem biaya tambahan atau biaya administrasi.

Salah satu warga Fitri (26) mengaku sempat melihat penawaran jasa penukaran uang tersebut di media sosial.

“Di Facebook ada juga yang buka jasa tukar uang. Misalnya kita tukar Rp100.000, nanti harus bayar Rp120.000 karena ada biaya admin atau jasa. Tapi kadang orang tetap mau karena lebih praktis,” ujarnya.

Menariknya, selain menukar uang baru, ada pula warga yang memiliki cara sederhana agar uang yang akan dibagikan terlihat lebih rapi, yaitu dengan mencuci dan merapikan uang kertas sebelum diberikan kepada anak-anak saat Lebaran.

Melihat tingginya minat masyarakat terhadap uang baru menjelang Lebaran, aktivitas penukaran uang di Kota Tanjungpinang diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa pekan ke depan.

Masyarakat juga diimbau untuk berhati-hati saat melakukan penukaran uang serta memastikan keaslian uang yang diterima agar terhindar dari risiko uang palsu. (KP).


Laporan: Venti


 

📊 Views: 20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *