NATUNAPENDIDIKANUMKM PERBATASAN

Manfaatkan Tugas Kuliah dan Peluang Pasar, Lidiya Rintis IDKeychain 

×

Manfaatkan Tugas Kuliah dan Peluang Pasar, Lidiya Rintis IDKeychain 

Sebarkan artikel ini
Mahasiswi STAI Natuna, Lidiya (kanan), menunjukkan produk gantungan kunci custom IDKeychain yang dirintisnya, di Pantai Piwang, Kamis (13/8/2026).

NATUNA — Berawal dari tugas perkuliahan, Lidiya, mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna, mulai merintis usaha gantungan kunci custom berbahan akrilik bernamaIDKeychain. Usaha tersebut mulai dikembangkan bertepatan dengan pelaksanaan STAI Cup 2026. 

Lidiya mengaku sebelumnya belum pernah menjalankan usaha maupun mengelola toko online. Ide berwirausaha muncul ketika melihat adanya peluang sekaligus kebutuhan untuk memenuhi salah satu persyaratan akademik. 

Menurutnya, salah satu syarat untuk mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah memiliki sertifikat berwirausaha. Momentum tersebut kemudian dimanfaatkannya untuk mulai membangun usaha yang dapat terus dikembangkan. 

“Awal bangun usaha ini karena tugas kuliah sebenarnya. Salah satu syarat untuk kita PKL atau KKN sekarang harus punya sertifikat berwirausaha. Jadi, waktunya sangat pas. Dengan membangun usaha, setelah itu bisa dilanjutkan lagi,” ujar Lidiya kepada koranperbatasan.com saat diwawancarai di Pantai Piwang, Kamis (13/8/2026). 

Lidiya mengatakan usaha yang dirintisnya juga telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). 

Produk yang ditawarkan IDKeychain berupa gantungan kunci akrilik custom menggunakan foto sesuai permintaan konsumen. Bahan akrilik dan aksesori dibeli secara online, sementara foto untuk produk dicetak sesuai pesanan. 

Untuk satu gantungan kunci, Lidiya menetapkan harga Rp15.000. Harga tersebut ditentukan setelah dirinya melakukan analisis sederhana terhadap harga produk serupa di pasaran. 

“Untuk harga kita sekarang Rp15.000 dan masih terjangkau. Sebelum membangun ini, kita juga analisis pasar, bagaimana penjual lain dan harganya. Ada orang yang menjual gantungan kunci sampai Rp17.000, Rp19.000, bahkan Rp20.000,” jelasnya. 

Lidiya mulai merintis IDKeychain menjelang pelaksanaan STAI Cup. Kesempatan berjualan di lingkungan kampus merupakan inisiatifnya dengan meminta kolaborasi serta dukungan dari pihak kampus. 

Baca Juga:  Disdikbud Natuna Pastikan MPLS Ramah 2026 Lebih Siap dan Terintegrasi

Menurutnya, usaha tersebut mendapat dukungan dari Ketua Program Studi serta Mudian selaku pihak yang memberikan sertifikat berwirausaha. 

“Karena ada dukungan, maka kita teruskan sampai ke STAI Cup,” katanya. 

Untuk pemasaran, IDKeychain saat ini menerima pemesanan secara langsung maupun melalui WhatsApp. Lidiya juga menerapkan sistem titip jual. Karena usahanya masih baru, media sosial khusus belum tersedia, tetapi ia berencana membuat akun Instagram untuk memperluas promosi. 

Di tengah kesibukannya mulai belajar berwirausaha, Lidiya tetap memiliki keinginan untuk menekuni bidang yang berkaitan dengan program studinya. Ia mengaku tertarik dengan profesi jurnalis. 

“Pikiran untuk jadi jurnalis ada. Pengen jadi jurnalisnya ada,” ungkapnya. 

Lidiya berharap pengalaman memulai usaha dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain agar masa perkuliahan tidak hanya diisi dengan aktivitas akademik, tetapi juga dimanfaatkan untuk belajar mandiri dan mencari peluang usaha. 

“Untuk kita sebagai mahasiswa, kita tidak hanya kuliah saja. Kita bisa sambil berbisnis atau berwirausaha. Agar teman-teman tidak hanya kuliah datang-pulang, datang-pulang, tidak ada penghasilan. Banyak sekali peluang yang bisa kita lakukan,” pungkasnya. (KP). 


Laporan: Dini 


 

📊 Views: 24

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *