JAKARTANASIONAL

MedcoEnergi Bidik Produksi Tertinggi 2026

×

MedcoEnergi Bidik Produksi Tertinggi 2026

Sebarkan artikel ini

“MedcoEnergi mencatat kinerja operasional solid sepanjang 2025 dan menetapkan target ambisius pada 2026 dengan proyeksi produksi minyak dan gas tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.”

 

JAKARTA – CEO MedcoEnergi, Roberto Lorato, menegaskan komitmen PT Medco Energi Internasional Tbk dalam menjaga pertumbuhan berkelanjutan melalui kinerja operasional yang kuat, disiplin pengelolaan modal, serta optimalisasi aset migas dan energi terbarukan menjelang tahun buku 2026.

PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi”) mengumumkan kinerja operasional tahun buku 2025 sekaligus panduan kinerja tahun 2026. Laporan keuangan audit Perseroan untuk tahun 2025 dijadwalkan dipublikasikan pada akhir Maret 2026.

Sepanjang 2025, MedcoEnergi mencatatkan produksi minyak dan gas sebesar 156 mboepd, berada dalam kisaran panduan yang telah ditetapkan. Kinerja tersebut didukung oleh beroperasinya proyek-proyek baru di Blok B Natuna serta peningkatan kepemilikan operasi di PSC Corridor menjadi 70 persen.

Pada kuartal IV 2025, produksi MedcoEnergi mencapai puncaknya di angka 178 mboepd dan rata-rata 176 mboepd selama periode tersebut. Untuk 2026, Perseroan menargetkan produksi minyak dan gas pada kisaran 165-170 mboepd, yang diproyeksikan menjadi tingkat produksi tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Di sektor ketenagalistrikan, Medco Power membukukan penjualan listrik sebesar 4.371 GWh sepanjang 2025. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan penjualan energi terbarukan sebesar 25 persen, yang berasal dari proyek IPP baru di Ijen dan Bali Timur. Pada 2026, penjualan listrik ditargetkan meningkat menjadi 4.550 GWh, dengan kontribusi energi terbarukan mencapai 24 persen.

Dari sisi cadangan, MedcoEnergi mencatatkan peningkatan Cadangan Terbukti dan Terduga (2P) menjadi 564 mmboe pada akhir 2025, naik dari 493 mmboe pada tahun sebelumnya. Indeks Umur Cadangan 2P juga meningkat menjadi 11,4 tahun, sementara Sumber Daya Kontinjensi (2C) bertambah menjadi sekitar 1 miliar boe.

Baca Juga:  Dari Natuna untuk Masa Depan Energi Indonesia: Antara Potensi dan Ketergantungan

Perseroan turut mencatatkan Total Imbal Hasil Pemegang Saham sebesar 27 persen pada 2025, dengan pengembalian dana mencapai USD 110 juta melalui pembagian dividen dan program pembelian kembali saham.

“Memasuki tahun 2026, kami tetap fokus menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan melalui pertumbuhan, keunggulan operasional, serta disiplin pengelolaan modal,” ujar Roberto Lorato. (KP).


Laporan: Ran


 

📊 Views: 11

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *