“SMKN 1 Bunguran Timur melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan konsep aman, nyaman, menyenangkan, dan edukatif sebagai bekal awal bagi peserta didik baru untuk membangun karakter sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.”
Kepala SMKN 1 Bunguran Timur, Subbihi, M.Pd., mengatakan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dirancang dengan suasana yang aman, nyaman, menyenangkan, penuh keceriaan, dan edukatif. Konsep tersebut diterapkan agar peserta didik baru mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara positif sekaligus membangun karakter sebagai bekal memasuki dunia kerja di masa depan.
NATUNA – SMKN 1 Bunguran Timur menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan mengedepankan pendekatan yang humanis, edukatif, dan bebas dari praktik perpeloncoan. Kegiatan ini menjadi langkah awal sekolah dalam membentuk karakter peserta didik baru agar mampu beradaptasi dengan lingkungan belajar sekaligus memiliki kesiapan menghadapi dunia kerja.
Sebanyak 25 peserta didik baru mengikuti rangkaian MPLS yang disusun berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 12 Tahun 2026.
Kepala SMKN 1 Bunguran Timur, Subbihi, M.Pd., menjelaskan bahwa sebelum MPLS dilaksanakan, sekolah telah melakukan berbagai tahapan persiapan untuk memastikan seluruh kegiatan berlangsung tertib, aman, dan memberikan pengalaman belajar yang positif.
“Tahapan persiapan yang kami lakukan yakni pembentukan panitia, rapat panitia yang bertujuan menyusun program, jadwal, dan materi selama MPLS melalui pendekatan yang edukatif, seperti pengenalan lingkungan sekolah, budaya sekolah, pembentukan karakter, serta penerapan budaya 5S,” jelas Subbihi kepada koranperbatasan.com melalui WhatsApp, Senin (20/7/2026).
Selain menyiapkan panitia dan materi, pihak sekolah juga menggelar sosialisasi kepada orang tua dan wali murid mengenai pelaksanaan MPLS. Langkah ini dilakukan agar tercipta komunikasi dan sinergi yang baik antara sekolah dengan keluarga dalam mendampingi peserta didik selama masa adaptasi.
Menurut Subbihi, MPLS bukan sekadar memperkenalkan fasilitas sekolah, tetapi juga menjadi media untuk menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, sopan santun, serta budaya positif yang akan menjadi fondasi peserta didik selama menempuh pendidikan di SMKN 1 Bunguran Timur.
Ia berharap sekolah yang dipimpinnya terus menjadi ruang belajar yang terbuka, ramah, dan inklusif bagi seluruh peserta didik tanpa memandang latar belakang.
“Harapan kami, SMKN 1 Bunguran Timur menjadi ruang yang ramah bagi setiap murid dari berbagai latar belakang. Sekolah tidak hanya berfokus pada nilai akademik, tetapi juga menumbuhkan karakter mulia, kreativitas, dan keterampilan hidup, serta mampu melahirkan generasi penerus yang cerdas, tangguh, siap kerja, dan siap menjawab tantangan masa depan,” pungkasnya.
Laporan: Dini










