TAJUK

Natuna Darurat Komunikasi, Kominfo Membisu

×

Natuna Darurat Komunikasi, Kominfo Membisu

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi digital menggambarkan krisis komunikasi di Kabupaten Natuna. Tampak simbol gedung pemerintah tertutup, mikrofon yang diblokir, serta media lokal yang berdiri di luar pagar informasi. Di tengah gambar, papan peringatan bertuliskan “No Access – No MoU / No PKS” mempertegas tidak adanya kemitraan resmi antara pemerintah daerah dan media. Sementara sosok simbolis pejabat terlihat membelakangi publik dan menutup telinga—lambang diamnya Kominfo terhadap desakan transparansi.

Koran Perbatasan melihat kondisi ini sebagai gejala sistemik dari pemerintahan yang belum dewasa dalam berdemokrasi. Ketika kritik dianggap serangan, dan kemitraan dibangun berdasarkan kedekatan, maka sesungguhnya publiklah yang paling dirugikan.

Sudah saatnya Pemerintah Daerah Natuna membenahi manajemen komunikasi publiknya. MoU dan PKS bukan sekadar formalitas, tetapi fondasi hukum dan etika yang harus menjadi standar minimum dalam kemitraan dengan media. Pers membutuhkan kepastian akses informasi, sementara pemerintah membutuhkan media untuk menjangkau dan meyakinkan publik secara transparan.

Tanpa kerja sama yang jelas, media akan terus dicurigai, dibatasi, bahkan dilumpuhkan. Dan jika itu terus terjadi, jangan heran jika kepercayaan publik terhadap pemerintah terus tergerus. Diam bukan jawaban. Transparansi adalah kewajiban.


  • Penulis : Amran
  • Editorial Koran Perbatasan ini menyoroti darurat komunikasi di Natuna akibat tidak adanya MoU atau PKS media dan diamnya Diskominfo menghadapi kritik.

📊 Views: 249
Baca Juga:  Genderang “Perang” Pilkada Natuna Mulai Ditabuh  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *