KABAR PERBATASANKEPULAUAN RIAUNASIONALNATUNASUARA RAKYAT

Nelayan Natuna Menjerit: Ketergantungan Kapal Hongkong Ancam Keberlangsungan Ekonomi Keluarga

×

Nelayan Natuna Menjerit: Ketergantungan Kapal Hongkong Ancam Keberlangsungan Ekonomi Keluarga

Sebarkan artikel ini
Potret Saleh Iskandar, seorang nelayan tradisional asal Kelarik Air Mali.

Tuntutan Nelayan: Solusi Alternatif atau Afirmasi Harga

Dalam kondisi ini, Saleh mengusulkan dua pendekatan kebijakan yang bisa diambil oleh pemerintah daerah:

  1. Penyediaan opsi lapangan kerja alternatif bagi masyarakat pesisir, terutama ketika saluran ekspor tertutup;
  2. Intervensi harga melalui pembelian hasil tangkapan oleh BUMD atau dinas terkait, untuk menjaga sirkulasi ekonomi nelayan tetap berjalan.

Kisah Saleh Iskandar merepresentasikan realitas lapangan dari apa yang dalam ekonomi disebut sebagai market failure (kegagalan pasar), di mana ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran terjadi akibat ketergantungan tunggal pada pasar ekspor.

Jika tidak segera ditangani, ketidakstabilan ini berpotensi mendorong kemiskinan ekstrem di kawasan pesisir, serta memperlemah ketahanan pangan dan pendidikan anak-anak nelayan di Natuna.

Dengan menyuarakan ini, Saleh berharap agar jeritan nelayan tidak sekadar terdengar sebagai keluhan musiman, tetapi sebagai sinyal nyata bagi pembuat kebijakan untuk turun tangan. (KP).


Editor : Dhitto


📊 Views: 18
Baca Juga:  Selesaikan Masalah Penahanan Kapal di Pulau Laut, Bupati Natuna: Jangan Anggap Nelayan Kami Tunggul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *