KEUANGANOPINISALAM PERBATASAN

Rakyat Makin Terjepit: Ketimpangan Ekonomi Kian Terlihat Nyata

×

Rakyat Makin Terjepit: Ketimpangan Ekonomi Kian Terlihat Nyata

Sebarkan artikel ini
Ketimpangan ekonomi tergambar dari timbangan klasik yang berat sebelah: simbol nyata jurang antara si kaya dan rakyat kecil.

Kesenjangan ini melahirkan ketidakadilan yang akut. Rumah tangga kelas bawah kini hidup dengan perhitungan yang makin ketat. Uang belanja tidak hanya dihitung per minggu, tapi per hari bahkan per jam. Sementara itu, belanja barang mewah tetap tumbuh. Ini bukan kecemburuan sosial, ini peringatan bahwa sistem ekonomi sedang pincang.

Pemerintah semestinya lebih jujur dan berpihak. Jika memang efisiensi anggaran dilakukan, pastikan alokasinya tetap menjangkau lapisan bawah. Jangan hanya menyelamatkan angka di laporan fiskal, tapi abaikan fakta bahwa dapur rakyat nyaris tak lagi mengepul.

Kita perlu bicara soal distribusi kekayaan yang lebih adil, bukan hanya pertumbuhan ekonomi. Ketimpangan bukan hasil alam, tapi buah dari keputusan kebijakan. Dan setiap keputusan itu bisa diarahkan agar tidak menambah beban rakyat kecil.

Jika negara abai, maka ketimpangan bukan hanya jadi statistik, tapi bahan bakar ketidakpuasan sosial. Sudah saatnya pemerintah mendengar lebih banyak dari bawah, bukan hanya menara gading ekonomi yang terus membumbung.


Oleh : Dhitto Adhitya, Redaksi Koran Perbatasan


📊 Views: 46
Baca Juga:  Ketimpangan Tak Lagi Tersembunyi: Beban Ekonomi Menumpuk di Rakyat Jelata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *