Selain sektor pendidikan, Ferri turut menyoroti bidang pariwisata dan transportasi. Ia menilai transportasi masih menjadi salah satu penghambat utama bagi perkembangan ekonomi dan wisata di Natuna.
“Transportasi laut dan udara masih menjadi tantangan besar. Biaya tiket dari Batam ke Natuna bahkan lebih mahal daripada Batam ke Jakarta. Ini harus menjadi perhatian agar wisatawan dan investor lebih mudah datang ke Natuna,” tegasnya.
Ferri juga berharap agar DPRD dan Pemerintah Kabupaten Natuna bisa terus menjaga kekompakan dan koordinasi dalam menjalankan program pembangunan yang berpihak kepada masyarakat.
BACA JUGA: Supriyanto: Natuna Harus Maju dengan Lapangan Kerja
“Pemerintah dan DPRD harus saling menguatkan, terbuka, serta melibatkan masyarakat dalam perumusan kebijakan. Kita ingin Natuna menjadi daerah yang aman, sejahtera, dan berkarakter,” tuturnya.
Di akhir wawancara, Ferri yang kini berusia 31 tahun itu menegaskan pentingnya memperkuat pendidikan agama di Natuna.
“Ilmu agama harus jadi pondasi utama. Dengan bekal agama yang kuat, masyarakat Natuna akan lebih berdaya dan berakhlak dalam menghadapi tantangan zaman,” pungkasnya. (KP).
Laporan : Nisa










