“Transformasi pendidikan vokasi di Natuna terus didorong melalui Teaching Factory guna mencetak lulusan yang siap kerja dan berdaya saing.”
Ketua MKKS SMK/SMA/SLB Kabupaten Natuna sekaligus Kepala SMKN 1 Bunguran Timur, Subbihi, menyampaikan bahwa transformasi pendidikan vokasi terus dilakukan melalui pendekatan Teaching Factory untuk menyesuaikan kebutuhan dunia usaha dan industri.
NATUNA – Upaya transformasi pendidikan vokasi di Kabupaten Natuna terus digalakkan guna meningkatkan kualitas lulusan sekolah kejuruan agar lebih siap menghadapi dunia kerja.
Ketua MKKS SMK/SMA/SLB Kabupaten Natuna, Subbihi, menjelaskan pendekatan Teaching Factory (TeFa) menjadi salah satu strategi utama dalam menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan industri.
Menurutnya, transformasi ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi teknis, tetapi juga membangun kepercayaan diri serta kesiapan mental siswa dalam menghadapi dunia kerja.
“Transformasi layanan pendidikan kejuruan terus kita galakkan dengan menyesuaikan perkembangan dunia usaha dan industri, sehingga dapat memperkaya portofolio pengalaman siswa serta mempermudah transisi mereka ke dunia kerja,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Senin (30/3/2026).
Ia menambahkan pembelajaran di sekolah vokasi harus mampu menghasilkan produk atau jasa yang memiliki nilai tambah serta selaras dengan konsep SMK Pusat Keunggulan berbasis potensi lokal.
Subbihi menegaskan bahwa penerapan Teaching Factory harus menjadi paradigma bersama, tidak hanya bagi guru dan siswa, tetapi juga orang tua serta seluruh pemangku kepentingan.
“Membangun iklim belajar berbasis TeFa harus melibatkan semua pihak agar tercipta lingkungan yang produktif, menyenangkan, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan,” jelasnya.
Dalam pengembangannya, SMKN 1 Bunguran Timur juga menghadapi tantangan pada aspek pemasaran produk hasil Teaching Factory. Namun, ke depan kendala tersebut diharapkan dapat teratasi melalui kerja sama dengan Koperasi Punggawa Tani Indonesia.
Koperasi tersebut diketahui bergerak dalam pemberdayaan petani serta pemasaran hasil pertanian dan kelautan hingga ke pasar global.
Selain itu, upaya penguatan legalitas produk juga dilakukan melalui kerja sama dengan SMK BLUD di Natuna, yakni SMKN 1 Bunguran Barat, serta memastikan produk memenuhi standar halal dan ketentuan lainnya.
Tidak hanya itu, percepatan transformasi pendidikan vokasi juga didukung melalui kerja sama dengan Smart Ikapeksi Indonesia dalam program magang kerja ke Jepang serta kolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja.
Bagi lulusan yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, pihak sekolah juga telah menjalin kerja sama beasiswa dengan sejumlah politeknik dan universitas negeri melalui dukungan pemerintah daerah Natuna dan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau.
Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan lulusan SMK di Natuna tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. (KP).
Laporan: Red










