“Hari pertama masuk sekolah pasca Lebaran Idul Fitri 1447 H di Natuna diisi dengan kegiatan halal bihalal, silaturahmi, pembentukan karakter, bukan pembelajaran efektif.”
Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 001 Ranai, Kabupaten Natuna, Deni Iswanti, S.Pd., menyampaikan hari pertama masuk sekolah setelah Lebaran dimanfaatkan untuk pembentukan karakter siswa melalui kegiatan upacara dan halal bihalal.
NATUNA – Suasana hari pertama masuk sekolah setelah libur Lebaran di SDN 001 Ranai, Kabupaten Natuna, berlangsung penuh kehangatan dan nilai kebersamaan, Senin (30/3/2026).
Kepala sekolah, Deni Iswanti, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan hari pertama tidak difokuskan pada pembelajaran efektif, melainkan pada pembentukan karakter siswa sesuai dengan surat edaran yang diterima pihak sekolah.
“Kebetulan hari ini merupakan hari pertama anak-anak masuk sekolah seusai Lebaran. Sesuai surat edaran, kegiatan diawali dengan upacara untuk membentuk karakter anak,” ujarnya saat ditemui di ruang kerja.
Setelah pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan halal bihalal antara siswa dan guru sebagai bentuk mempererat silaturahmi di lingkungan sekolah.
“Setelah upacara, anak-anak melakukan halal bihalal, salam-salaman dengan guru, kemudian masuk kelas dan bersalaman dengan teman-temannya,” jelasnya.
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Di dalam kelas, siswa juga diajak berbagi cerita tentang pengalaman selama bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.
Deni menambahkan, pihak sekolah sebelumnya juga telah melaksanakan halal bihalal antar guru di luar jam sekolah, sehingga tidak mengganggu waktu belajar siswa.
Untuk beberapa hari ke depan, kegiatan pembelajaran disebut belum akan berjalan secara maksimal. Sekolah masih akan memfokuskan pada pembiasaan disiplin dan penanaman nilai karakter.
“Untuk besok pun belum maksimal belajar. Kami lebih mengarahkan ke pembiasaan disiplin dan pembentukan karakter anak terlebih dahulu,” ungkapnya.
Ia berharap nilai-nilai yang telah diperoleh siswa selama bulan Ramadan, seperti kedisiplinan, akhlak, serta kebiasaan ibadah, dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan kami, setelah Ramadan ini anak-anak dapat meningkatkan akhlaknya, baik dalam menghormati guru maupun sesama teman,” tuturnya.
Selain itu, ia juga mengajak para guru untuk terus meningkatkan dedikasi dalam mendidik siswa, khususnya dalam membentuk karakter dan akhlak mulia.
Dengan pendekatan tersebut, diharapkan proses pembelajaran setelah Lebaran tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga mampu membentuk pribadi siswa yang berkarakter dan berakhlak baik. (KP).
Laporan: Dini










