ADVERTORIAL & GALERI FOTOHUKUM & KRIMINALKABAR PERBATASANKEPULAUAN RIAUPEMERINTAHANTANJUNGPINANG

Pers Tumbuh Subur Wartawan Diminta Jeli Baca Tantangan

×

Pers Tumbuh Subur Wartawan Diminta Jeli Baca Tantangan

Sebarkan artikel ini
Kadiskominfo Provinsi Kepri, Hasan, S.Sos saat mamaparkan materi dialog interaktif Hari Paers Nasional di Kedai Kopi Selere

TANJUNGPINANG – Jalan “tikus” simpang tiga Kedai Kopi Selere Komplek Bintan Center (Bicen) Kilometer 9 yang berada di Kota Tanjungpinang, Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau (Provinsi Kepri), Minggu 13 Februari 2022 tak seperti biasanya.

Jalan lorong yang biasa digunakan sebagai jalur cepat oleh pengendara baik roda dua maupun roda empat pagi itu mendadak buntu. Bagian pojok kiri menghadap samping Kedai Kopi Selere terpasang sebuah tenda dengan bentangan karpet berwarna merah.

Bagian atas karpet yang terbentang menutup permukaan jalan saat itu tersusun pula kursi-kursi indah dilengkapi meja dengan aneka hidangan ala penikmat kopi. Duduk santai diantara deretan kursi itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, S.Sos mewakili Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad.

Pada kursi lainnya tampak pula Zamzami A Karim, Ahli Pers Provinsi Kepri, dan Zakmi Piliang, Ketua SMSI Kepri yang juga pendiri Siberindo, serta Pelaku Usaha Bintan, Edi Ja’far, SH diwakili Hafis bersama Purnawirawan Polri, Hotlan Butarbutar.

Mereka adalah tamu undangan yang diminta untuk dapat hadir oleh wartawan yang menyebut dirinya pecinta kopi sebagai narasumber pada kegiatan dialog interaktif yang mengangkat tema “Masa Depan Pers Pasca Pandemi Covid-19 Dalam Pemulihan Ekonomi”.

Potret beberapa wartawan di Kepri terlihat antusias mendengarkan paparan yang disampaikan narasumber kegiatan dialog interaktif pers.

Kegiatan terselenggara berkat adanya rasa kebersamaan dari gabungan beberapa organisasi profesi wartawan dan organisasi perusahaan pers diantaranya SMSI, Gawat Kepri, dan Awas Kepri. Gawai penuh makna yang berlangsung sederhana, santai dan rileks tersebut diadakan dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2022.

“Jujur saja kegiatan ini lahir dari ngobrol-ngobrol wartawan di kedai kopi, waktunya sangat cepat dan Alhamdulillah terjadi,” ungkap Tengku Azhar, Ketua Panitia Acara Dialog Interaktif saat membuka sambutannya.

Baca Juga:  Kadisbudpar : Sebelas Film Pendek Karya Sineas Tanjungpinang Luar Biasa

Mengawali sesi dialog, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Kepri, Zakmi Piliang menjelaskan pers di Kepri terbanyak se-Indonesia dan wartawan yang sudah bersertifikasi juga jauh lebih banyak. Namun dinamika pers di Kepri sungguh pelik pasca hantaman badai Pandemi Covid-19.

Menurutnya, pers juga merupakan usaha kecil menengah. Industri pers memiliki banyak potensi serta dinamika. Berdasarkan data dari Kemenkominfo RI media siber di Indonesia saat ini tumbuh dengan sangat subur. Pertumbuhan media siber tanah air adalah yang terbesar di Indonesia.

“Berdasarkan data dari Menkominfo media online tercatat sebanyak 43 ribu,” ungkap Zakmi.

Potret beberapa wartawan di Kepri terlihat antusias mengikuti jalannya kegiatan dialog interaktif pers, Minggu 13 Februari 2022.

Pendiri Siberindo itu berpesan kepada wartawan yang bertugas di Provinsi Kepri untuk tidak menulis karya tulis jurnalistiknya di media sosial, karena berpotensi terkena jeratan hukum.

“Untuk menghindari dari jeratan UU ITE jangan sesekali menulis karya tulis jurnalistik di media sosial, tetapi tulislah karya tulis tersebut pada perusahaan pers itu sendiri,” tegas Zakmi.

Sementara Ahli Pers Provinsi Kepri, Zamzami A Karim dalam paparannya mengatakan kemerdekaan pers sudah dijelaskan dalam UU Pokok Pers Nomor 40 Tahun 1999. Penegasan tentang kemerdekaan dalam UU tersebut harus dipahami oleh seluruh insan pers.

“Makna kata-kata merdeka sangat mendalam, berbeda dengan kata bebas. Oleh karena itu atmosfer harus tetap dipertahankan sesuai dengan UU tersebut. Pers akan dilindungi oleh pekerjaannya sebagai jurnalis. Jangan sampai demokrasi kita rasakan menurun, karena indeks kemerdekaan pers di Kepri saat ini nomor satu,” tuturnya.

Waktu terus berlalu, paparan narasumber sepertinya telah berhasil menggugah rasa ingin bertanya wartawan yang hadir saat itu. Kini tiba giliran Kadiskominfa Provinsi Kepri, Hasan menyampaikan isi materinya.

Baca Juga:  Perdana, Gubernur Ansar Kunker ke Tambelan Agendakan Proyek Strategis

Mewakili Pemprov Kepri, Hasan terlebih dahulu menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Gubernur Kepri Ansar Ahmad yang tidak dapat hadir. Katanya, dialog interaktif menjadi sangat penting diadakan, mengingat kerja jurnalis memiliki tantangan yang semakin berat.

Tengku Azhar, Ketua Panitia Acara Dialog Interaktif, terlihat sedang membauar bersama para wartawan yang mengikuti jalannya kegiatan.

“Tantangan masa depan pers ada dua, pertama dirupsi digitalisasi 4.0. Suka tidak suka teknologi sekarang ini sudah berkembang pesat, setiap orang bisa mengaksesnya. Media sosial mulai menguasai mainstream, dan yang kedua adalah Pandemi Covid-19,” cetus Hasan.

Pemprov Kepri kata Hasan, saat ini juga sedang berjibaku menggenjot percepatan pembangunan yang mengarah pada pemulihan ekonomi. Karena hampir dua tahun, Pendapatan Asli Daerah (PAD) memprihatinkan.

“Keuangan Kepri 3,7 triliuan sesuai undang-undang 20 persennya sudah habis diperuntukan  bagi sektor pendidikan, tambah lagi gaji pegawai dan transfer kepada tujuh kabupaten/kota, tinggal berapa?,” terangnya.

Menurut Hasan, saat ini ada banyak perusahaan pers yang gulung tikar karena tidak mampu menghadapi tantangan, terutama media cetak. Oleh karenanya dibutuhkan wadah yang bisa menaungi pers. Namun demikian pertumbuhan media siber juga terus meningkat.

“Pesca Pandemi Covid-19 perkembangan media di Kepri terbanyak, mencapai 70 persen. Rekan-rekan pers harus bisa menyesuaikan tantangan ini, karena di Kepri ada sekitar 200 lebih media,” pungkasnya.  (KP).


Laporan : Redaksi


📊 Views: 7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *