Pilkada Tahun 2020 Way Kanan, Dipastikan Tidak Terjadi Tabung Kosong

oleh -172 views

WAY KANAN (KP),- Isu calon tunggal pada Pilkada Tahun 2020 makin merebak di sejumlah wilayah yang sedang menghadapi pesta demokrasi. Hal ini terjadi karena banyak alasan, yang pertama seolah dijadikan senjata bagi banyak kandidat pada Pilkada Serentak 2020 untuk menang dengan mudah.

Kemudian memaksakan agar pertarungan dengan calon tunggal akhirnya menjadi satu opsi strategis memenangkan pertarungan tanpa harus bersusah payah berjibaku melawan kandidat, alasan lainnya adalah semakin meningkatnya tren kekalahan incumbent disejumlah daerah, terutama yang bertarung head to head dengan penantangnya.

Secara politik, menaiknya tren kekalahan incumbent juga bisa dibaca sebagai reaksi publik atas ketidakpuasan kinerja pemerintah yang lalu. Atau, bisa jadi sebagai suatu sikap kritis pemilih yang sesungguhnya memiliki espektasi besar terhadap pemerintahan dan senantiasa menghendaki sesuatu hal yang baru.

Terlepas dari semua itu, Kabupaten Way Kanan memang punya cerita sendiri sejumlah tokoh politik dikabarkan akan bertarung. Namun, dalam prosesnya banyak hal yang terjadi hingga menyisakan dua pasangan yakni sang petahana dengan jargon “BERANI” dan pasangan dengan jargon “ARJUNA”.

Saat dihubungi oleh pewarta tentang isu tabung kosong yang sedang menebar dimasyarakat Way Kanan Dr. Hj. RINA MARLINA, M.Si, Ch.T yang merupakan penantang dalam Pilkada Serentak Tahun 2020 Kabupaten Way Kanan dengan tegas  mengatakan dan meyakinkan masyarakat bahwa isu tabung kosong tidak akan terjadi, Senin, 20 Juli 2020.

“Sejatinya pemimpin itu lahir dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, pesta demokrasi yang diselenggarakan 5 tahun sekali menjadi ajang evaluasi rakyat terhadap kinerja pemimpin selama menjabat diberi amanah, tak perlu takut jika tidak terpilih kembali karena hakikat jabatan itu adalah amanah,” tegasnya.

“Pertanggungjawaban kita juga pada tuhan yang maha kuasa, jika memang hak tidak akan tertukar, takdir kita sudah ditetapkan, kita hanya harus berupaya saja. Rakyat harus punya pilihan karena Pemilu memberikan kesempatan pada rakyat untuk bebas memilih, rakyat bebas dari intimidasi dan bebas dari rasa ketakutan. Biarkan rakyat bersuka cita memilih pemimpinnya,” pungkasnya. (KP).




Laporan : Hepi Suhara

Editor : Riduan



Memuat...